Harianjogja.com, SLEMAN — Kebiasaan bermain gim lebih dari 10 jam sehari berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah fisik hingga kesehatan mental. Hal tersebut disampaikan Pakar Kesehatan sekaligus Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM, Heru Subekti.
Menurut Heru, aktivitas bermain gim dalam durasi panjang, baik melalui komputer maupun ponsel, dapat memicu gangguan tidur, pola hidup sedentari, hingga meningkatkan risiko obesitas.
“Jadi risiko untuk kena obesitas menjadi lebih besar dibandingkan anak-anak atau remaja yang tidak banyak menggunakan video game,” ujar Heru, Selasa (27/1/2026).
Dia menjelaskan dari sisi usia, kecenderungan anak-anak dan remaja mengalami kecanduan gim dipengaruhi oleh hormon dopamin dalam tubuh.
Hormon tersebut, lanjut Heru, akan memicu rasa senang ketika seseorang bermain gim.
Efek kesenangan itu kemudian meningkat dari waktu ke waktu.
Anak atau remaja yang awalnya bermain hanya satu jam, perlahan durasinya terus bertambah hingga berjam-jam setiap hari.
Pada fase inilah, Heru menyebut muncul gejala adiksi atau kecanduan.
Apabila sudah mengalami kecanduan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya sebatas gangguan fisik seperti obesitas, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental.
“Bahkan dari WHO sendiri sudah menyampaikan bahwa internet gaming disorder ini menjadi salah satu masalah kesehatan mental,” ungkapnya.
Selain gangguan mental, Heru menyoroti risiko gangguan pada pergelangan tangan akibat penggunaan mouse atau tetikus secara terus-menerus.
Kondisi tersebut dikenal sebagai Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yakni gangguan akibat terjepitnya saraf di pergelangan tangan.
Gangguan ini kerap ditemukan pada pengguna komputer yang terlalu lama mengoperasikan mouse.
Dampak fisik lainnya adalah gangguan pada leher yang dikenal sebagai Text Neck Syndrome.
Heru menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh posisi tubuh yang tidak ergonomis, khususnya saat kepala terlalu menunduk menatap layar ponsel atau monitor komputer.
“Pada saat posisi menunduk, itu beban kepala menjadi lebih besar. Dan kalau itu terjadi dalam waktu yang lama yang terjadi adalah adanya beban yang sangat besar pada daerah leher,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada tubuh, kebiasaan bermain gim berlebihan juga berpengaruh pada kehidupan sosial anak dan remaja.
Durasi bermain yang terlalu panjang dapat mengganggu kemampuan berinteraksi sosial, memicu rasa tidak percaya diri, serta memperburuk respons emosional akibat kecanduan.
“Menyebabkan masalah gangguan pertemanan, hubungan dengan keluarga menjadi tidak harmonis, komunikasi dengan orang tua menjadi buruk, bahkan prestasi akademiknya juga akan sangat berkurang. Nah tentu spiritualitas ini menjadi salah satu dampak juga,” paparnya.
Heru menyebut durasi ideal bermain gim sebaiknya dibatasi maksimal lima jam per minggu. Batas tersebut dinilai cukup aman untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Dengan durasi tersebut, anak dan remaja tetap bisa memperoleh kualitas tidur yang baik sekaligus manfaat positif dari bermain gim.
“Bermain gim tak selamanya berdampak negatif, tetapi ada sisi positifnya pada saat penggunaannya itu tepat, dengan jumlah yang tepat, tidak overuse,” tegasnya.
Ia mengakui bermain gim memiliki manfaat tertentu, seperti meningkatkan kreativitas dan kohesivitas sosial. Melalui video gim, anak-anak dapat membangun interaksi dengan teman sebaya.
Namun, manfaat tersebut akan hilang apabila dilakukan secara berlebihan.
Sebagai langkah pencegahan kecanduan, Heru menekankan pentingnya edukasi mengenai risiko dan bahaya penggunaan gim dalam waktu lama.
Kesadaran tersebut bisa ditanamkan melalui peningkatan pengetahuan tentang dampak kesehatan fisik dan mental akibat kecanduan bermain gim. Selain itu, anak dan remaja juga perlu diarahkan pada aktivitas lain yang lebih produktif.
Seperti mengembangkan hobi, berolahraga, serta mengikuti kegiatan positif lainnya.
“Jadi kognitifnya ditingkatkan, ditumbuhkan kesadaran, perilakunya diubah. Jadi lebih banyak diberikan kegiatan-kegiatan yang lebih aktif,” tandasnya.

















































