Pansus DPRD DIY Soroti Risiko Bunuh Diri akibat Tekanan Ekonomi

1 hour ago 2

Pansus DPRD DIY Soroti Risiko Bunuh Diri akibat Tekanan Ekonomi

Foto ilustrasi kesehatan mental. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pencegahan bunuh diri di DIY dinilai perlu menyasar masyarakat secara lebih luas dan tidak hanya berfokus pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan serta tekanan ekonomi juga dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian.

Ketua Pansus Pengawasan Perda DIY Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa, Arni Tyas Palupi, mengatakan persoalan kesehatan mental dapat muncul ketika seseorang menghadapi tekanan hidup yang berat. Kondisi tersebut bahkan dapat dialami orang yang sebelumnya tidak memiliki gangguan kejiwaan.

Penyakit Berkepanjangan Bisa Jadi Beban Psikologis

Menurut Arni, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi tekanan psikologis bagi pasien. Perasaan menjadi beban keluarga ditambah besarnya biaya pengobatan dapat membuat tekanan yang dialami seseorang semakin berat.

"Orang yang sakit parah itu akhirnya punya gangguan mental. Kok tidak sembuh-sembuh, kok membebani keluarga, kok biayanya banyak, akhirnya dia kena mental," ujar Arni, Senin (24/8/2026).

Tekanan tersebut, lanjut Arni, juga dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam menjalani pengobatan. Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa sengaja tidak mengonsumsi obat atau mengonsumsi obat secara berlebihan karena muncul keinginan untuk segera mengakhiri hidup.

Tekanan Ekonomi Juga Perlu Jadi Perhatian

Arni menilai persoalan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pembahasan mengenai kesehatan jiwa. Perubahan kondisi finansial secara tiba-tiba dapat menjadi tekanan bagi seseorang yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi baik tetapi tidak siap menghadapi perubahan tersebut.

"Kalau kondisi ekonomi tidak baik, kemudian orang itu tidak siap dengan kondisi tersebut, akhirnya bisa mengalami gangguan jiwa. Kalau yang terkena orang tua, dampaknya juga ke anak-anak, bagaimana pendidikannya dan bagaimana kehidupan mereka," katanya.

Menurut Arni, dampak persoalan kesehatan mental akibat tekanan ekonomi dapat meluas dari individu kepada keluarga. Ketika orang tua mengalami gangguan mental karena tekanan ekonomi, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak-anak.

Pencegahan Perlu Dilakukan Sebelum Krisis

Karena itu, pencegahan bunuh diri perlu ditempatkan sebagai bagian dari penanganan kesehatan jiwa secara lebih luas. Perhatian tidak cukup diberikan setelah seseorang mengalami gangguan jiwa, tetapi juga perlu diarahkan kepada masyarakat yang sedang menghadapi tekanan berat.

Pansus Pengawasan Perda DIY Nomor 13 Tahun 2022 dibentuk DPRD DIY untuk mengawasi pelaksanaan aturan mengenai penyelenggaraan kesehatan jiwa. Arni mengatakan persoalan kelompok rentan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

Ia berharap dukungan terhadap kesehatan jiwa dapat diberikan lebih awal, sebelum tekanan yang dialami seseorang berkembang menjadi kondisi yang membahayakan dirinya. Pendekatan tersebut dinilai penting agar persoalan kesehatan jiwa tidak hanya ditangani ketika sudah berada pada tahap krisis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|