Pasar Modal 2025 Moncer, Investor Saham Tembus 20 Juta

15 hours ago 1

Tamu undangan berada di dekat layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kinerja positif pada pasar modal Indonesia di sepanjang tahun 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh sekitar 22 persen pada 2025 dengan menembus all time high (ATH) sebanyak 24 kali. Jumlah investor saham juga telah menembus 20 juta single investor identification (SID). 

“Sejalan dengan terjaganya kinerja perekonomian nasional dan sentimen positif di pasar keuangan global, pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid. IHSG ditutup pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025, menguat 1,62 persen secara month to month (mtm) atau 22,13 persen secara year on year (yoy),” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivative, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025, Jumat (9/1/2025). 

Inarno mengatakan, sepanjang tahun 2025, IHSG membukukan rekor ATH sebanyak 24 kali. Ataupun level tertinggi IHSG tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025 dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sebesar Rp 16.000 triliun di tanggal yang sama. 

Di sisi lain, Indeks LQ45 dan juga indeks IDX80 tumbuh masing-masing sebesar 2,41 persen dan juga 10,07 persen.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham bulanan pada Desember 2025 terpantau menyentuh ATH sebesar Rp 27,19 triliun, masih konsisten berada di atas Rp 20 triliun sejak 20 Agustus 2025. 

“Kenaikan likuiditas transaksi di pasar saham domestik pada semester II 2025 turut didorong oleh meningkatnya peran aktif investor retail domestik, dimana proporsi transaksi investor ritel meningkat tajam dari 38 persen di tahun 2024 menjadi 50 persen di tahun 2025,” terangnya. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|