REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) menyerukan imam dan jamaah masjid di seluruh Indonesia membaca qunut nazilah selama bulan suci Ramadhan untuk kemerdekaan Palestina. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis dalam tausiyahnya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/ 2026 Masehi pada hari Selasa (17/2/2026).
Kiai Masyhuril mengatakan, berdoa pada bulan suci Ramadhan akan lebih baik dan dikabulkan Allah SWT. Karena itu, mengimbau seluruh pengurus Al Washliyah, pengurus masjid di mana pun berada, hendaknya melakukan gerakan qunut nazilah sebulan penuh selama Ramadhan untuk kemerdekaan Palestina.
"PB Al Washliyah sebagai pimpinan organisasi tertinggi, juga menyerukan kepada kaum wanita Muslimah, yang kebetulan tidak berpuasa karena syar’i, maka hendaknya menjaga adab dan tidak makan atau minum pada tempat terbuka (umum), demi menjaga kekhusukan ibadah puasa," kata Kiai Masyhuril.
Ia juga menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan syiar Islam pada bulan Ramadhan dengan ibadah shalat wajib berjamaah, Shalat Tarawih berjamaah, qiyamul lail, khataman Alquran, kajian keagamaan di masjid, mushala, saling bersedekah di lingkungan masing-masing.
PB Al Washliyah mengajak seluruh umat Islam pada bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan amal ibadah, menjauhi perbuatan yang sia-sia, apalagi menghilangkan pahala puasa, seperti perbuatan maksiat, munkar, permusuhan (‘adawah), perilaku konsumtif (israf) dan sebagainya.
"Kepada umat Islam yang tergolong mampu, hendaknya segera bayar zakat fitrah, zakat maal, infak, dan sedekah serta menyalurkannya melalui lembaga-lembaga resmi, seperti Laznas dan lainnya. Kemudian menyalurkannya kepada mereka yang berhak," ujarnya.
Kiai Masyhuril mengatakan, kepada aparat hukum diimbau untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, sehingga umat Islam Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusuk dan khidmat.

3 weeks ago
4

















































