REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) tidak ingin membebani para atlet dengan target medali emas saat tampil pada debut padel di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski emas tetap menjadi harapan, para pemain diminta tampil lepas dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Wakil Ketua I PBPI Mochtar Sarman mengatakan, pendekatan tersebut dipilih karena padel baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games. Selain itu, Indonesia belum memiliki pengalaman menghadapi seluruh calon lawan yang akan ditemui di Jepang.
"Yang pasti kalau ditanya semua target, pasti kita mau targetnya emas. Tapi ini masih baru, kami belum pernah melawan mereka juga. Jadi ya jangan kasih pressure ke pemain, biar mereka lepas saja mainnya," kata Mochtar kepada media, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Mochtar, yang terpenting bagi para atlet adalah mampu menerapkan hasil latihan dan tampil maksimal ketika pertandingan berlangsung. Dengan minimnya pengalaman menghadapi lawan-lawan dari negara lain, PBPI ingin para pemain menikmati pertandingan sekaligus mendapatkan pengalaman berharga pada debut padel di Asian Games.
Tim padel Indonesia sendiri telah menjalani persiapan intensif melalui pemusatan latihan selama 34 hari di Spanyol. Setelah kembali ke Indonesia, para atlet mendapat waktu sekitar satu pekan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga sebelum bertolak ke Jepang pada Jumat pekan depan.
"Persiapannya ya atlet kami sudah berlatih di Spanyol selama 34 hari. Mereka sudah kembali di sini, ada waktu satu minggu untuk chill down dulu ya, kumpul dengan keluarga. Jumat ini akan berangkat, dan kami harusnya sudah ready semua. Ini cabang olahraga padel yang pertama di Asian Games," ujar Mochtar.
Indonesia akan mengirimkan delapan atlet pada debut padel di Asian Games 2026, terdiri atas empat atlet putra dan empat atlet putri. Sebelum berangkat, mereka juga mengikuti showcase, laga ekshibisi, dan sparing sebagai bagian dari persiapan terakhir.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim Indonesia menghadapi pemain internasional dari Spanyol, Argentina, dan Swedia. Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji hasil latihan sekaligus memperlihatkan perkembangan mereka sebelum tampil di Asian Games.
Atlet padel Indonesia Giorgio Soemarno mengapresiasi sikap PBPI yang tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pemain. Menurut dia, para atlet akan lebih fokus memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
"Kami sangat senang dari sisi PBPI tidak mem-pressure untuk harus ini, harus itu. Yang penting kami bisa benar-benar fight sekeras-kerasnya. Hasil itu urusan nanti. Selama kami bisa fight terus dan benar-benar coba sebisa kami, itu yang paling utama," kata Giorgio.
Debut padel di Asian Games 2026 juga menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga tersebut di Indonesia. Selain mempersiapkan tim nasional senior, Padel Pro Indonesia menyiapkan pembinaan jangka panjang melalui Padel Pro Academy.
Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan pemain muda melalui pelatihan teknis dan taktis, membangun mental kompetitif, serta menyiapkan jalur menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Pada 21 September, atlet junior terpilih dari Padel Pro Academy dijadwalkan mengikuti Seleksi Nasional Junior (Seleknas). Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tim nasional padel junior Indonesia untuk melanjutkan regenerasi atlet.

4 hours ago
6
















































