Piala Davis 2026: Indonesia Kalah dari Rumania, Pemain Muda Petik Pelajaran Berharga

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim tenis Indonesia harus mengakui keunggulan Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026. Mengandalkan para pemain muda, Indonesia menyerah 0-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus menjalani play-off Grup II Dunia pada 2027. Indonesia menurunkan sejumlah pemain muda, di antaranya Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw.

Indonesia tidak dapat menurunkan sejumlah pemain senior karena harus memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka antara lain Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, dan Anthony Susanto.

Setelah tertinggal 0-2 pada hari pertama, Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan melalui nomor ganda pada Sabtu (19/9/2026). Rafalentino berduet dengan Ethan menghadapi pasangan Rumania Stefan Horia Haita dan Radu David Turcanu.

Namun, Rafalentino dan Ethan belum mampu membendung permainan pasangan Rumania. Mereka menyerah dua set langsung 2-6, 1-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam enam menit.

Rafalentino dan Ethan mengawali laga dengan kurang baik. Turcanu/Haita langsung unggul 3-0. Pasangan Indonesia sempat bangkit dengan merebut dua gim beruntun, tetapi kembali kehilangan kendali setelah pasangan Rumania merebut empat gim berikutnya untuk menutup set pertama 6-2.

Pada set kedua, Rafalentino dan Ethan sempat membuka pertandingan dengan merebut poin pertama. Namun, mereka kembali kesulitan menghadapi tekanan lawan. Turcanu/Haita kemudian merebut enam gim beruntun untuk memastikan kemenangan Rumania sekaligus membawa timnya melaju ke play-off Grup I Dunia Piala Davis.

Pada hari pertama, Indonesia sudah kehilangan dua angka. Gunawan Trismuwantara dikalahkan Cezar Cretu, sedangkan Rafalentino takluk dari Radu Mihai Papoe.

Hasil tersebut tidak terlalu mengejutkan jika melihat perbedaan peringkat para pemain. Para pemain Indonesia yang diturunkan berada di kisaran peringkat 1.000 ATP, sedangkan sejumlah pemain Rumania berada di jajaran 300 besar dunia.

Meski gagal menyumbangkan angka, Rafalentino mengaku bangga mendapat kesempatan memperkuat Indonesia pada Piala Davis. Ia menilai pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi dirinya dan Ethan untuk meningkatkan kemampuan.

"Kami senang banget pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami. Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik," ujar Rafalentino kepada wartawan seusai pertandingan.

Indonesia dan Rumania kemudian tetap memainkan pertandingan keempat meski hasilnya tidak lagi memengaruhi kemenangan tim. Lucky Candra Kurniawan menghadapi Gabriel Ghetu dalam laga sengit.

Lucky harus mengakui keunggulan Ghetu melalui dua set yang sama-sama ditentukan lewat tie-break. Ghetu menang 7-6 (2), 7-6 (1), sekaligus membuat Rumania menyapu bersih kemenangan 4-0.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi PP Pelti. Sekjen Pelti Andi Fajar Asti mengatakan pihaknya akan menyiapkan lebih banyak turnamen bagi para pemain muda agar mereka mendapatkan jam terbang dan pengalaman bertanding yang lebih banyak.

"Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri. Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga," ujar Andi.

Meski Indonesia kalah, Andi melihat adanya prospek positif dari para pemain muda yang diberi kesempatan tampil. Ia optimistis pembinaan dan kesempatan bertanding yang lebih banyak dapat membuat tim Indonesia tampil lebih matang pada masa mendatang.

"Pelti sangat optimis ya ke depannya, kalau kita persiapkan dengan baik, ya tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, ya tentu kita akan lebih matang lagi," kata Andi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|