Pemasok Senjata Canggih Amerika Ditinggal Karyawan, Bos Mulai Waswas

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang petinggi di OpenAI, perusahaan pencipta ChatGPT, mundur karena tak sepakat dengan keputusan CEO Sam Altman untuk menyediakan teknologi AI kepada Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Futurism melaporkan bahwa Caitlin Kalinowski, pemimpin divisi perangkat keras dan robotik di OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya di media sosial.

"Ini bukan keputusan yang mudah. AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional. Namun, memata-matai warga AS tanpa pengawasan lembaga peradilan dan otomatisasi senjata mematikan tanpa otorisasi manusia, adalah hal yang butuh lebih banyak diskusi," katanya di akun media sosial X-nya.

Dia juga mengaku masih menghormati Altman meski tidak setuju dengan langkah yang diambil.

"Ini soal prinsip, bukan orang tertentu," kata Kalinowski.

Bulan lalu, OpenAI mengumumkan kesepakatan dengan Pentagon setelah perusahaan saingannya Anthropic ditendang.

Pentagon tidak memperpanjang kontrak Anthropic karena perusahaan yang dipimpin oleh CEO Dario Amodei tersebut menolak mengubah syarat dan ketentuan mereka. Anthropic melarang teknologi AI mereka digunakan untuk program memata-matai warga AS dan untuk mendukung otomatisasi senjata yang bisa membunuh target tanpa lewat proses persetujuan manusia.

Tak hanya diputus kontrak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menempatkan Anthropic sebagai perusahaan yang menyimpan "risiko rantai pasok" sehingga tak boleh digunakan oleh pihak yang bermitra dengan Pentagon.

Keputusan untuk langsung terjun menggantikan Anthropic membuat OpenAI diterpa kritik. Bahkan, warga AS ramai-ramai menghapus ChatGPT dari HP mereka sebagai tanda protes.

Sekitar 1.000 pegawai dan mantan pegawai OpenAI dan Google juga menandatangani surat terbuka meminta agar perusahaan mereka berkomitmen menolak permintaan Pentagon menggunakan AI untuk mata-mata massal dan senjata otonom.

Awalnya, Altman menyatakan OpenAI bisa digunakan selama sesuai dengan hukum yang berlaku. Setelah mendapatkan tekanan dari publik, Altman kemudian mengaku akan berdiskusi dengan Pentagon soal perlindungan atas kegiatan mata-mata domestik dan senjata otonom.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|