Pemkab Tangerang Salurkan Rp2,65 Miliar Bantuan untuk Anak Yatim dan Perempuan Kepala Keluarga

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG, – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengucurkan anggaran sebesar Rp2,65 miliar untuk program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Bantuan ini secara khusus menyasar anak yatim, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga di wilayah tersebut.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal, menyatakan bahwa dana tersebut terbagi menjadi dua skema utama. Rinciannya adalah Rp500 juta dialokasikan untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk program UEP.

"Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri atas Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk UEP," ujar Bupati Moch Maesyal di Tangerang, Sabtu.

Rincian Penerima BST

Program BST diberikan kepada 500 penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp1 juta. Sasaran penerima bantuan ini meliputi anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.

"Dinas Sosial dan perangkat kecamatan menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang," jelasnya.

Dorongan Usaha Ekonomi Produktif

Sementara itu, untuk program UEP, pemerintah daerah menyediakan bantuan modal sebesar Rp5 juta per orang. Bantuan ini menyasar 430 penerima manfaat yang menjalankan usaha kecil.

Adapun jenis usaha yang dijalankan penerima sangat beragam, seperti berjualan nasi, gorengan, aneka makanan, minuman, dan usaha mikro lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat menambah modal kerja mereka.

Tidak hanya dua program itu, Pemkab Tangerang juga berencana menyalurkan bantuan khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia). Sebanyak 1.200 lansia akan menerima bantuan masing-masing senilai Rp1 juta, sehingga total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,2 miliar.

Menurut Bupati, bantuan sosial ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kedua, untuk mendorong kemandirian ekonomi.

"Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan," terangnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|