REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Akar di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memanfaatkan dana Program Pokja Kampung Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) untuk membangun rumah warga. Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mengelola dana kemitraan guna membangun kemandirian ekonomi serta menggerakkan pembangunan di tingkat kampung.
Ketua Pokja Kampung Akar, Isidorus Tanotani, di Akar, Sabtu, mengungkapkan bahwa melalui dana pokja, pihaknya telah membangun total 13 unit rumah layak huni bagi masyarakat setempat sejak tahun 2023. Pembangunan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
"Pada 2023 sebanyak tiga unit rumah dibangun dengan dana Pokja, 2024 ada empat unit rumah dibangun, 2025 ada dua unit rumah dibangun, dan 2026 ini ada empat unit rumah dibangun," ujar Isidorus.
Seluruh rumah yang dibangun memiliki ciri khas dengan cat berwarna biru pada dinding, sementara jendela dan pintu dicat dengan warna hijau atau kuning. Di dekat pintu setiap rumah, terpasang logo YPMAK sebagai penanda bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pokja.
Proses konstruksi bangunan sepenuhnya menggunakan material kayu dan melibatkan partisipasi langsung masyarakat setempat. Isidorus menegaskan bahwa seluruh tenaga kerja direkrut dari warga lokal tanpa mendatangkan pekerja dari luar daerah. "Semua pekerjaan ini kami libatkan masyarakat. Tidak ambil tenaga dari jauh (luar)," tegasnya.
Perluasan Kampung dan Infrastruktur
Selain pembangunan rumah, pada tahun 2026 Pokja Kampung Akar juga mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan dari dermaga kampung menuju ke pantai. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung aktivitas keseharian masyarakat. Sebelumnya, pokja juga telah menjalankan program perluasan kampung untuk pemukiman baru yang disertai dengan perluasan akses jalan menuju area rumah warga di pemukiman baru tersebut.
Tidak hanya fokus pada hunian dan infrastruktur, pada tahun 2025 Pokja Kampung Akar juga merealisasikan pengadaan satu unit lonceng gereja serta pembangunan satu unit rumah gereja. Hal ini menunjukkan bahwa program pokja menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat.
Melihat tingginya kebutuhan akan tempat tinggal, Isidorus memastikan bahwa pada tahun 2027 pihaknya akan tetap mengusulkan program pembangunan rumah untuk masyarakat melalui dana pokja. "Di sini rumah sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Di Kampung Akar ini masih banyak masyarakat yang belum punya rumah," tutupnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
3
















































