Pencarian Korban Dihentikan di Sumut dan Sumbar, Aceh Masih Berlanjut

18 hours ago 3

Tim SAR gabungan bersama relawan melakukan pencarian korban banjir bandang yang hanyut dari Nagari Pandai Sikek dengan menyisiri sungai di Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (18/5/2024). BPBD Sumbar mencatat, total jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor di lima daerah di provinsi itu sebanyak 61 orang, termasuk 5 orang belum terindentifikasi, sementara 14 orang lagi masih dilakukan pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghentikan proses pencarian korban banjir dan longsor di Sumatera Utara serta Sumatera Barat setelah seluruh korban yang teridentifikasi berhasil dievakuasi. Sementara di Aceh, pencarian korban masih dilanjutkan seiring perpanjangan status tanggap darurat di sejumlah kabupaten.

BNPB mencatat Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026 karena empat kabupaten masih berada pada fase darurat, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan meski proses pencarian di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah dihentikan, tim SAR tetap disiagakan.

“Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, proses pencarian sudah dihentikan, tapi tim SAR masih siaga. Jika ada informasi baru dari masyarakat, pencarian akan dilakukan di titik tersebut,” kata Abdul dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

BNPB memutakhirkan data korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut. Dalam dua hari terakhir terdapat tambahan korban meninggal dunia di Aceh Utara, Langkat, dan Tapanuli Tengah sehingga total korban meninggal mencapai 1.182 jiwa. Jumlah korban hilang tervalidasi sebanyak 145 jiwa, sedangkan pengungsi tercatat 238.627 orang.

Di Aceh, fokus penanganan masih diarahkan pada pemulihan akses jalan darat dan distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau. Jalur Takengon–Gayo Lues yang sebelumnya terputus di empat titik longsor kini sudah dapat dilewati kendaraan roda empat secara terbatas. Perbaikan permanen jalur Pidie–Takengon ditargetkan selesai pada 15 Januari, disusul Jembatan Titi Merah pada 30 Januari.

Abdul menjelaskan pemerintah mengerahkan 1.780 unit alat berat di tiga provinsi untuk membuka akses jalan dan jembatan. “Blangkejeren–Kutacane sudah terbuka untuk roda empat, dan jalur utama terus dikebut sesuai target Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya.

Distribusi logistik tetap berjalan meski sebagian wilayah memasuki fase transisi darurat. BNPB mencatat penyaluran logistik terakhir mencapai 19 ton untuk Aceh, 31,3 ton di Sumatera Utara, dan 3,4 ton di Sumatera Barat. Jalur darat menjadi tumpuan utama, didukung pengiriman udara ke titik-titik masyarakat yang masih terisolasi.

Percepatan pemulihan hunian juga terus dilakukan. BNPB mencatat 2.500 unit hunian sementara sedang dikerjakan di berbagai lokasi. Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan per keluarga mulai disalurkan, dengan 1.114 kepala keluarga telah menerima dana dari total 6.190 rekening yang siap dicairkan.

Penghentian pencarian di Sumatera Utara dan Sumatera Barat menandai masuknya fase pemulihan awal di dua provinsi tersebut. Di Aceh, operasi kemanusiaan masih berlanjut hingga seluruh akses pulih dan status tanggap darurat resmi dicabut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|