Jakarta, CNBC Indonesia - Penembakan massal terjadi di Austin, Amerika Serikat (AS), pada Minggu (1/3) pagi waktu setempat. Pelaku penembakan diduga menggunakan kaos bertuliskan "Milik Allah" dan kaos lain dengan desain bendera Iran, menurut keterangan penegak hukum kepada AP.
FBI dikatakan tengah melakukan penyelidikan terkait insiden penembakan di wilayah downtown tersebut, dan menyebut hal ini berpotensi sebagai aksi terorisme.
Penembakan itu terjadi di tengah perang brutal di Timur Tengah yang dimulai oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Gempuran AS dan Israel menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah pejabat tinggi Iran meninggal.
Di tengah insiden penembakan di Austin, ada satu kejadian mengerikan yang dilaporkan. Sebuah taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) Waymo milik Alphabet (Google), dikatakan memblokir ambulans yang sedang melaju ke lokasi kejadian.
Seorang pejabat Waymo mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan untuk menjemput seorang penumpang di dekat lokasi penembakan di West Sixth Street, sebuah kawasan bar populer di pusat kota, dikutip dari Axios Austi, Senin (2/3/2026).
Insiden ini kembali memicu pertanyaan penting terkait bagaimana operasi robotaxi di dekat lokasi yang sedang kacau atau darurat. Apakah robotaxi sudah memiliki sistem teknologi yang benar-benar matang untuk menghadapi situasi tak terprediksi dan berisiko tinggi.
Dalam video, robotaxi yang memblokir ambulans tampak perlahan-lahan bergerak maju, sementara sebuah mobil polisi berhenti di belakangnya.
Seorang petugas polisi Austin kemudian keluar dari mobil untuk berbicara dengan tim Waymo melalui sistem pengeras suara mobil. Setelah setidaknya satu menit, mobil itu melaju pergi dan masuk ke tempat parkir. Video itu kemudian berakhir.
"Sebuah kendaraan tanpa pengemudi berhenti di area tersebut saat kru kami menanggapi penembakan pagi ini, dan sempat mengganggu akses bagi satu ambulans," kata juru bicara Austin-Travis County EMS, Kapten Christa Stedman kepada Axios.
"Petugas dalam video tersebut mengikuti protokol yang telah ditetapkan untuk menangani situasi dan mampu dengan cepat memindahkan kendaraan sehingga unit ATCEMS dapat melanjutkan perjalanan," tambah Stedman.
Waymo telah menghadapi keluhan di Austin dan kota-kota lain tentang kendaraan mereka yang gagal memberi jalan yang semestinya kepada petugas tanggap darurat.
Dalam beberapa bulan terakhir, mobil-mobil Waymo menjadi sorotan karena secara ilegal melewati bus-bus distrik sekolah Austin.
Pada Desember 2025, Waymo mengeluarkan penarikan (recall) software secara sukarela sebagai tanggapan terhadap penyelidikan keselamatan federal terhadap kendaraannya karena secara ilegal melewati bus sekolah.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































