Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Gerakan terbaru militer AS di Timur Tengah menunjukkan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala dan kecepatan penyebaran militer.
Hal ini yang memperkuat kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi militer langsung dengan Iran, meskipun jalur diplomatik terus berlanjut melalui pembicaraan tidak langsung di kota Jenewa, Swiss.
Presiden AS Donald Trump telah memberikan batas waktu beberapa hari kepada Iran untuk mencapai kesepakatan yang berarti dalam pembicaraan yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak.
Jika tidak, Iran akan menghadapi hal-hal buruk, sementara Teheran menegaskan upayanya untuk menyiapkan draf negosiasi yang memenuhi kepentingannya dan kepentingan Washington.
Iran memperingatkan mereka akan membalas dengan tegas dan proporsional jika mengalami agresi militer dan bahwa semua pangkalan dan fasilitas militer milik kekuatan penyerang di wilayah tersebut akan menjadi target yang sah dalam rangka pertahanan mereka.
Menurut analisis yang diterbitkan oleh surat kabar Inggris Financial Times, Washington telah mengerahkan pasukan yang cukup untuk melakukan serangan udara selama beberapa pekan.
Sebuah langkah yang oleh para pejabat sebelumnya disamakan dengan persiapan menjelang invasi Irak pada 2003.
Laporan media yang sama muncul di surat kabar Wall Street Journal dan New York Times Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan pasukan udara dan laut yang besar di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

2 weeks ago
15

















































