Jakarta, CNBC Indonesia - Grab Indonesia menjelaskan rata-rata pendapatan mitra pengemudi yang berada di platformnya. Jumlahnya cukup beragam, dengan salah satunya bisa mendapatkan Rp 10 juta.
Dalam penjelasan beberapa waktu lalu, pengemudi roda dua dan roda empat ada yang bisa mendapatkan lebih dari Rp 10 juta. Mereka masuk dalam kategori pengemudi yang menjadikan pekerjaan ini sebagai nafkah utama.
Bagi pengemudi roda dua dengan pendapatan tersebut mereka menjalankan rata-rata 28 order/hari narik. Profil mitranya adalah kepala keluarga, tulang punggung, eks karyawan atau wirausaha.
Sementara pengemudi roda empat, rata-rata 'narik hingga 11 order/hari narik. Mereka biasanya adalah driver profesional penuh waktu dan kepala keluarga sumber nafkah utama.
Pengemudi Grab Indonesia sendiri juga bukan hanya mereka yang bekerja untuk penghasilan utama saja. Namun ada juga yang menjadikannya sebagai penghasilan sampingan.
Jumlah mereka yang menjadikannya sebagai penghasilan sampingan adalah lebih dari 80% untuk pengemudi roda dua dna 67% roda empat.
Mereka dalam kelompok ini biasanya memiliki pekerjaan utama dan akan 'narik' setelah selesai bekerja atau untuk menambah pendapatan.
"Banyak sekali yang seperti itu. Nah, jadi ini kalau dilihat adalah satu fleksibilitas yang diberikan oleh Grab dan untungnya dengan memanfaatkan teknologi," jelas CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, Kamis (26/2/2026).
Berikut perincian rata-rata pengemudi ojol dan taksi online Grab Indonesia"
Penghasilan driver ojol (data per Desember 2025)
Nafkah Utama (>Rp 10 juta)
• Rata-rata order: 28 order/hari narik
• Contoh profil mitra: kepala keluarga, tulang punggung utama, eks karyawan atau wirausaha yang beralih
Penghasilan Rutin (Rp 4-10 juta)
• Rata-rata oder: 15 oder/hari narik
• Contoh profil mitra: ibu rumah tangga yang bekerja saat mengantar anak, freelance, wirausaha
Penghasilan Tambahan (Rp 1-4 juta)
• Rata-rata order: 6 order/hari narik; punya pekerjaan utama dan baru 'narik' setelahnya selama 2-4 jam
• profil mitra: PNS/guru honorer yang narik setelah selesai bekerja, karyawan yang ingin menambah penghasilan
Penghasilan Sesekali (Kurang dari Rp 1 Juta)
• Rata-rata order: 4 order/hari narik; hanya bekerja saat di weekend selama 1-2 jam
• profil mitra: mahasiswa yang narik saat tidak ada kelas, buruh pabrik saat akhir pekan
Penghasilan driver taksi online (data per Desember 2025)
Nafkah Utama (>Rp 10 juta)
• Rata-rata order: 11 order/hari narik
• Contoh profil mitra: driver profesional penuh waktu, kepala keluarga untuk sumber nafkah utama
Penghasilan Rutin (Rp 4-10 juta)
• Rata-rata oder: 7 oder/hari narik
• Contoh profil mitra: freelancer dengan jadwal kerja fleksibel; wirausaha, Grab jadi pemasukan utama; ibu tunggal yang rutin narik setiap hari
Penghasilan Tambahan (Rp 1-4 juta)
• Rata-rata order: 6 order/hari narik; punya pekerjaan utama dan baru 'narik' setelahnya selama 2-4 jam
• profil mitra: karyawan yang narik setelah pulang kantor; PNS untuk tambahan penghasilan
Penghasilan Sesekali (Kurang dari Rp 1juta)
• Rata-rata order: 4 order/hari narik; hanya bekerja saat di weekend selama 1-2 jam
• profil mitra: profesional, yang narik saat senggang; lulusan baru yang sambil mencari kerja tetap
Dalam kesempatan yang sama, mitra Grab Indonesia yang terdaftar mencapai 3,7 juta. Sebagai catatan, ini bukan jumlah mitra aktif harian.
Sementara itu, 19-22% atau 700-800 ribu pengemudi narik minimal 1 kali bulan berjalan.
"Kenapa saya enggak bilang satu kali setiap bulan? Karena beda. Jadi, dia bisa tarik satu kali bulan ini, bulan lalu dia nggak pernah narik. Bulan lalunya lagi enggak narik, tiga bulan yang lalu narik sekali. Jadi, kita hitungnya di bulan ini biasanya, makanya ada rentang, biasanya naik turun di setiap bulan yang aktif narik sekali, itu kurang lebih 700 sampai 800 ribu," jelas Neneng.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































