Perjalanan Raif Menemukan Suara di Atas Kanvas

1 hour ago 2

Perjalanan Raif Menemukan Suara di Atas Kanvas

Syafiq Raif Muzaffar menunjukkan salah satu karya lukisnya di SLB Islam Qathrunnada, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Siswa tunarungu tersebut berhasil lolos ke Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional Pendidikan Khusus (FLS3N Diksus) tingkat nasional 2026 cabang lomba lukis dan akan mewakili DIY pada ajang tersebut./ Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim

Selembar kanvas menjadi cara Syafiq Raif Muzaffar menyampaikan banyak hal yang sulit diucapkan dengan kata-kata. Tahun ini, siswa tunarungu dari SLB Islam Qathrunnada di Tamanan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, kembali mengharumkan nama daerah setelah lolos ke Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional Pendidikan Khusus (FLS3N Diksus) tingkat nasional cabang lomba lukis. Berikut ini ulasan wartawan Harian Jogja, Kiki Luqmanul Hakim.

Keikutsertaan pada 2026 menjadi babak baru bagi Raif. Setelah dua tahun berkompetisi di kategori gambar ekspresi menggunakan krayon di atas kertas, kini siswa kelahiran 14 April 2010 itu tampil dalam cabang seni lukis dengan media kanvas.

"Ini tahun ketiga Raif mengikuti FLS3N tingkat nasional. Tahun 2024 dia meraih Juara Harapan 2 nasional dan tahun 2025 Juara Harapan 1 nasional pada kategori gambar ekspresi. Tahun ini dia mengikuti cabang lomba lukis," ujar Kepala SLB Islam Qathrunnada, Tistika Enggar Pratiwi, Kamis (18/6).

Capaian tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Kemampuan Raif tumbuh dari kegemarannya menggambar sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Saat anak-anak seusianya banyak menghabiskan waktu untuk bermain, Raif justru lebih senang mengisi lembaran kertas dengan gambar kendaraan, terutama mobil.

"Suka mobil," ujar Raif melalui bahasa isyarat saat mengenang awal ketertarikannya pada dunia gambar.

Menurut Tistika, hampir seluruh gambar yang dibuat Raif pada masa kecil berkaitan dengan kendaraan.

"Awalnya dia suka gambar mobil. Dari kelas 1 SD memang senangnya menggambar mobil terus," kata Tistika sembari menerjemahkan jawaban Raif.

Kegemaran tersebut perlahan berkembang menjadi kemampuan visual yang semakin matang. Menariknya, pada tahap awal Raif lebih menyukai gambar hitam-putih dibandingkan karya penuh warna.

Ia gemar membuat arsiran menggunakan pensil atau pena dengan detail yang cukup kuat.

"Dulu alirannya lebih ke hitam-putih. Dia senang mengarsir pakai pensil atau pena. Belum terlalu tertarik menggunakan krayon atau warna-warna," ungkapnya.

Perkembangan bakat Raif semakin terlihat setelah bergabung dengan SLB Islam Qathrunnada saat duduk di kelas 4 SD.

Para guru melihat kemampuan yang berbeda dalam setiap karya yang dihasilkannya. Ketelitian, kesabaran, dan kepekaan terhadap detail menjadi modal yang terus diasah hingga sekarang.

Di sekolah tersebut, pengembangan bakat siswa tidak hanya berfokus pada bidang akademik.

Berbagai kegiatan ekstrakurikuler disediakan untuk membantu siswa berkebutuhan khusus mengembangkan potensi yang dimiliki, termasuk seni lukis.

Menurut Tistika, pemilihan kegiatan dilakukan melalui proses penjaringan minat dan bakat yang melibatkan siswa serta orang tua.

Raif menjadi salah satu siswa yang berhasil menunjukkan kemampuan sekaligus konsistensi dalam bidang seni.

Selain keterampilan teknis, sekolah juga mempertimbangkan kesiapan mental sebelum menunjuk siswa untuk mengikuti kompetisi.

"Skill penting, tetapi mental juga menentukan. Ada anak yang bagus secara kemampuan, tetapi kurang percaya diri. Itu juga menjadi pertimbangan," katanya.

//Media Kanvas

Kemampuan yang terus berkembang membuat Raif mampu menembus tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut. Tahun ini, tantangan yang dihadapi berbeda karena untuk pertama kalinya ia mengikuti cabang lomba lukis menggunakan media kanvas.

Persiapan menuju kompetisi nasional dimulai sejak Maret 2026 setelah petunjuk teknis lomba diterbitkan. Selama sekitar tiga bulan, Raif menjalani pendampingan intensif untuk memahami dan menerjemahkan tema yang diberikan panitia. Tema yang diangkat tahun ini adalah Cinta Budaya.

Dari tema tersebut lahirlah karya berjudul Pesta Kesenian yang menampilkan berbagai unsur budaya Jogja, mulai dari gamelan hingga ornamen batik.

Dalam prosesnya, guru tidak langsung meminta Raif menuangkan ide ke kanvas.

Pendampingan dilakukan melalui diskusi dan brainstorming agar tema yang bersifat abstrak dapat dipahami dengan lebih mudah. Meski mendapat arahan, ide dan karakter karya tetap berasal dari Raif sendiri.

Guru hanya membantu membuka jalan agar gagasan yang ada di pikirannya dapat diwujudkan ke dalam lukisan. "Setiap anak punya gaya masing-masing. Raif cenderung realis. Jadi meskipun diarahkan, hasil akhirnya tetap memiliki ciri khasnya sendiri," katanya.

Ajang nasional tahun ini juga menghadirkan tantangan tersendiri karena seluruh peserta melukis secara daring pada waktu yang sama dengan pengawasan langsung dari panitia.

Di luar aktivitas melukis, Raif tetap menjalani keseharian sebagai pelajar. Ia mengikuti pembelajaran di sekolah, belajar agama di pondok pesantren, serta mendalami keterampilan desain menggunakan laptop. Meski prestasinya banyak lahir dari dunia seni, cita-cita yang disimpan Raif ternyata tidak hanya berkaitan dengan lukisan. "Mau jadi ustaz," ujar Raif melalui bahasa isyarat.

Tistika menambahkan, selain ingin menjadi ustaz, Raif juga memiliki keinginan menjadi guru lukis agar dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain.

Perjalanan Raif dari anak yang gemar menggambar mobil dengan arsiran hitam-putih hingga menjadi pelukis muda yang membawa nama Bantul dan DIY ke tingkat nasional menjadi bukti bahwa bakat dapat tumbuh melalui proses panjang, dukungan keluarga, dan kesempatan yang tepat.

Bagi SLB Islam Qathrunnada, pencapaian tersebut bukan sekadar soal gelar atau prestasi lomba. Setiap karya yang lahir dari tangan Raif menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menyampaikan mimpi dan meraih panggung yang lebih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|