Polisi di Gorontalo produksi batok kelapa jadi arang kualitas ekspor.
REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Ipda Arifin Mahadjani, seorang personel Satuan Brimob Polda Gorontalo, telah memanfaatkan batok kelapa menjadi arang berkualitas ekspor. Produksi yang berlokasi di Tibawa, Kabupaten Gorontalo ini sudah mencapai pasar internasional.
Ipda Arifin memilih usaha pengolahan arang batok kelapa karena ketersediaan bahan baku yang mudah didapatkan. "Saya memilih pengolahan arang batok kelapa ini sebagai usaha, karena memang dari segi bahan baku mudah untuk kita dapatkan," ucap Ipda Arifin di Gorontalo, Senin (2/2).
Produk arang ini dikirim ke berbagai kota di Indonesia seperti Manado dan Surabaya, serta sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa. Arifin menjelaskan bahwa risiko kerusakan bahan baku batok kelapa terbilang minim, bahkan setelah diproduksi setengah jadi. Usaha yang dirintis sejak 2015 ini kini telah menyerap 45 tenaga kerja di dua lokasi produksi.
Produksi arang setiap pekan mencapai 20 ton. "Ini berkelanjutan tapi kita juga tergantung harga kopra, kalau kopra agak mahal akan berpengaruh pada bahan baku yang masuk," tambah Arifin. Namun, usaha ini juga menghadapi tantangan selama pandemi COVID-19 dan awal konflik Rusia-Ukraina yang memengaruhi produksi dan penjualan.
Saat ini, produk arang dengan kadar 13 persen dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram. Arifin menambahkan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki potensi yang baik untuk produk dari kelapa, dengan kualitas dan harga yang bersaing di pasaran.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 month ago
19

















































