Pesawat Israel Susah Terbang Dikeroyok Burung, Pertanda Apa?

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Langit sepertinya sedang tak berpihak pada Israel. Pasalnya, di tengah serangan bertubi-tubi diiluncurkan, pilot Angkatan Udara Israel harus menghadapi hambatan yang tak biasa, yakni migrasi ratusan juta burung.

Setiap Maret hingga April, wilayah udara Israel menjadi salah satu jalur migrasi burung paling sibuk di dunia. Ratusan juta burung bermigrasi dari Afrika menuju Eropa dan Asia Barat, melintasi wilayah yang sama dengan rute operasi jet tempur dan helikopter militer.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi tabrakan udara berkecepatan tinggi antara pesawat militer dengan kawanan burung besar seperti bangau, pelikan, dan burung crane.

Tabrakan dengan burung berukuran besar pada kecepatan tempur berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada mesin pesawat hingga kanopi kokpit.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Angkatan Udara Israel telah lama menerapkan prosedur khusus untuk menghindari jalur migrasi burung selama musim migrasi.

Kepala pengamat burung dari Keren Kayemeth LeIsrael-Jewish National Fund, Yaron Charka, memperingatkan bahwa periode migrasi kali ini akan sangat padat.

"Dalam dua bulan ke depan, ratusan juta burung diperkirakan akan melintas di atas Israel," kata Charka, dikutip dari JFeed, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, kawanan burung tersebut sering terbang pada ketinggian yang sama dengan jalur operasi pesawat militer.

Selain risiko tabrakan, migrasi burung juga memicu masalah lain bagi sistem pertahanan udara. Kawanan burung besar sering muncul sebagai objek mencurigakan di radar dan dalam situasi perang bisa disalahartikan sebagai drone musuh atau rudal terbang rendah.

Dalam beberapa tahun terakhir bahkan sempat terjadi insiden ketika sistem pertahanan udara menembaki kawanan burung setelah keliru diidentifikasi sebagai pesawat nirawak musuh.

Kesalahan identifikasi ini tidak hanya berisiko membuang amunisi pencegat yang mahal, tetapi juga membahayakan satwa liar.

Saat ini, kelompok pemantau burung yang bekerja sama dengan militer Israel memberikan peringatan secara real-time terkait pergerakan kawanan burung untuk membantu operator radar membedakan migrasi alami dan ancaman militer.

Aktivitas migrasi paling padat terjadi di Lembah Hula di Israel Utara. Wilayah ini menjadi titik persinggahan burung crane yang bermigrasi dari Afrika serta titik keberangkatan burung yang menghabiskan musim dingin di Israel menuju kawasan utara.

Bagi pilot Israel yang menjalankan misi hingga wilayah Lebanon dan sekitarnya, kondisi ini menambah kompleksitas dalam operasi militer yang sudah berisiko tinggi.

Koordinasi antara Angkatan Udara dan para ahli lingkungan sipil menjadi salah satu cara untuk memastikan operasi militer tetap berjalan.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|