PLN Siaga Penuh Jaga Listrik Saat WFH Meluas di Jateng

8 hours ago 4

PLN Siaga Penuh Jaga Listrik Saat WFH Meluas di Jateng Petugas saat memastikan keandalan kelistrikan untuk mendukung pelayanan publik dan operasional pemerintahan di tengah kebijakan work from home (WFH), Senin (13/4 - 2026). / ist

SEMARANG—PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal saat kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai berjalan. Kesiapan ini ditopang cadangan daya besar serta penguatan tim teknis di lapangan.

Di tengah peningkatan konsumsi listrik rumah tangga, sistem kelistrikan di Jawa Tengah tetap berada dalam kondisi surplus. Beban puncak tercatat 5.284 Mega Watt (MW), sementara kemampuan suplai mencapai 7.203 MW, sehingga tersedia cadangan daya sebesar 1.919 MW atau sekitar 26,64%.

PLN Perkuat Keandalan di Tengah Lonjakan Aktivitas Rumah

PLN mencatat lebih dari 12,5 juta pelanggan di Jawa Tengah bergantung pada pasokan listrik yang stabil, terutama saat aktivitas kerja berpindah ke rumah. Untuk menjaga keandalan tersebut, PLN menyiagakan 3.888 personel teknis di berbagai wilayah.

Tim ini bertugas melakukan patroli jaringan, pemeliharaan berkala, hingga penanganan cepat apabila terjadi gangguan listrik agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa kesiapan ini dilakukan secara menyeluruh.

“Kami bersiaga 24 jam non-stop selama 7 hari. Dengan kebijakan WFH ini, operasional pemerintahan berpindah dari gedung-gedung pemerintahan ke rumah masing-masing ASN. Keandalan kelistrikan merupakan harga mati untuk mendukung pelayanan publik dan jalannya pemerintahan,” ujarnya saat ditemui di lapangan pada Senin (13/4/2026).

Listrik Jadi Penopang Produktivitas WFH

Keandalan listrik menjadi faktor krusial bagi kelancaran kerja dari rumah. Salah seorang ASN di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Yusuf, mengaku sangat bergantung pada pasokan listrik selama menjalani WFH.

“Sesuai arahan pemerintah, dalam seminggu akan ada jadwal bagi kami ASN melakukan WFH di rumah. Listrik menjadi hal pokok bagi kami saat bekerja di rumah. Bayangkan saja jika pasokan listrik terganggu, tentunya kami jadi tidak bisa bekerja, baterai laptop habis/PC tidak menyala, wifi di rumah tidak hidup, tidak bisa mengirim file pekerjaan, meeting online menjadi terganggu, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, PLN juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak serta segera melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

Dengan kesiapan cadangan daya, personel siaga, serta sistem yang andal, PLN optimistis kebutuhan listrik selama kebijakan WFH di Jawa Tengah dapat terpenuhi tanpa kendala berarti. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|