Ponsel Keyboard Fisik Kembali Tren Setelah Era iPhone

21 hours ago 6

Jumali

Jumali Minggu, 10 Mei 2026 22:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Tren smartphone dengan keyboard fisik kembali mencuri perhatian setelah lama dianggap punah sejak era layar sentuh mendominasi. Sejumlah startup teknologi kini mencoba menghidupkan kembali pengalaman mengetik dengan tombol nyata yang dulu identik dengan BlackBerry.

Kebangkitan perangkat keyboard fisik ini dipelopori beberapa perusahaan teknologi seperti Clicks Technology dan Unihertz. Keduanya menghadirkan smartphone maupun aksesori keyboard fisik yang ditujukan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman mengetik berbeda dibanding layar sentuh modern.

Fenomena tersebut muncul hampir dua dekade setelah Apple memperkenalkan iPhone pada 2007 yang kemudian mengubah arah industri smartphone menjadi sepenuhnya layar sentuh.

Kini, keyboard fisik justru kembali dianggap unik dan lebih personal. Profesor komunikasi dari Nanyang Technological University, Jung Younbo, menilai tren ini menunjukkan pola siklus dalam dunia teknologi dan gaya hidup digital.

“Ponsel cerdas kini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana ekspresi diri,” ujarnya seperti dikutip CNBC Internasional.

Menariknya, minat terhadap keyboard fisik tidak hanya datang dari generasi lama pengguna BlackBerry. Salah satu pendiri Clicks Technology, Jeff Gadway, mengungkapkan hampir separuh pengguna produk mereka belum pernah memakai ponsel keyboard fisik sebelumnya.

Menurut dia, pengguna muda melihat keyboard fisik sebagai cara baru menggunakan smartphone dengan lebih fokus dan minim distraksi.

Keyboard fisik disebut mampu membantu pengguna mengurangi kebiasaan doomscrolling atau menggulir media sosial tanpa henti. Kreator konten muda, Chonnie Alfonso, mengaku penggunaan perangkat bergaya BlackBerry membuatnya lebih mudah mengontrol waktu bermain media sosial.

Selain itu, keyboard fisik dinilai memberikan pengalaman mengetik yang lebih nyaman karena adanya umpan balik nyata saat tombol ditekan. Hal tersebut juga membantu pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas tertentu, seperti gangguan penglihatan atau kendala motorik.

Perangkat keyboard modern turut menghadirkan fitur-fitur lawas yang kini mulai langka di smartphone premium, seperti slot kartu memori, penutup belakang yang dapat diganti, hingga jack headphone 3,5 mm.

Pengguna audio berkabel seperti Wei Lun menilai headphone kabel tetap lebih praktis dibanding earbud nirkabel karena tidak bergantung pada baterai dan lebih murah.

Persaingan pasar smartphone keyboard fisik pun mulai ramai. Selain Unihertz dan Clicks Technology, perusahaan seperti Zinwa Technologies dan iKKO juga ikut merilis perangkat serupa.

Minat pasar terlihat cukup tinggi. Kampanye Kickstarter generasi kedua ponsel Titan milik Unihertz berhasil mengumpulkan lebih dari US$4,8 juta dari sekitar 8.200 pendukung hingga 8 Mei 2026.

Sementara itu, Clicks Technology disebut berhasil melampaui target pemesanan awal hanya dalam waktu 30 hari sejak peluncuran.

Meski demikian, tantangan industri tetap ada. Tingginya permintaan komponen AI global membuat harga memori dan perangkat keras meningkat. Kondisi tersebut memaksa beberapa produsen menaikkan harga produk mereka.

Kendati pasar smartphone modern masih dikuasai layar sentuh penuh, kebangkitan keyboard fisik menunjukkan bahwa sebagian pengguna mulai mencari pengalaman digital yang lebih fokus, personal, dan minim distraksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|