Jumali Minggu, 05 Juli 2026 18:47 WIB

Foto ilustrasi Bank Dunia. /Ist-Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Dunia (World Bank) secara resmi menaikkan status Vietnam dari negara berpendapatan menengah bawah menjadi negara berpendapatan menengah atas dalam pembaruan klasifikasi pendapatan negara yang berlaku mulai 1 Juli 2026 atau Tahun Fiskal 2027 (FY2027).
Keputusan ini menjadikan Vietnam sebagai salah satu dari lima negara yang naik kelas, menandai pencapaian ekonomi yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari Asia News, Minggu (5/6/2026), klasifikasi tersebut disusun berdasarkan Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) per kapita masing-masing negara pada tahun sebelumnya.
GNI per kapita Vietnam tercatat meningkat dari 4.490 dolar AS pada 2024 menjadi 4.970 dolar AS pada 2025, melampaui ambang batas minimum Bank Dunia untuk kategori negara berpendapatan menengah atas pada FY2027, yakni 4.516 dolar AS per kapita.
Pendorong Kenaikan Status Vietnam
Menurut Bank Dunia, kenaikan status Vietnam didorong oleh kuatnya model ekonomi berbasis ekspor. Nilai ekspor negara itu tumbuh lebih dari 15 persen pada 2024 dan 2025, sementara produk domestik bruto (PDB) masing-masing meningkat sekitar 7 persen dan 8 persen.
Dalam periode 2021-2025, GNI Vietnam juga tumbuh rata-rata 10 persen per tahun. Bank Dunia menyebut capaian tersebut sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan terkuat di kawasan Asia.
Lima Negara Naik Kelas
Vietnam bukan satu-satunya negara yang naik status dalam pembaruan klasifikasi pendapatan tahun ini. Dari 218 negara dan wilayah yang dievaluasi Bank Dunia, terdapat lima negara yang berhasil beralih dari kategori berpendapatan menengah bawah menjadi berpendapatan menengah atas. Kelima negara tersebut berhasil melampaui ambang batas GNI per kapita yang ditetapkan Bank Dunia untuk FY2027:
1. Vietnam: 4.970 dolar AS
2. Yordania: 5.260 dolar AS
3. Filipina: 4.850 dolar AS
4. Federasi Mikronesia: 4.760 dolar AS
5. Sri Lanka: 4.670 dolar AS
Implikasi Klasifikasi Pendapatan
Bank Dunia menegaskan bahwa pembaruan klasifikasi pendapatan ini bukan sekadar perubahan status. Klasifikasi tersebut menjadi acuan penting dalam menentukan kelayakan suatu negara untuk memperoleh pinjaman lunak dan bantuan pembangunan dari berbagai lembaga internasional. "Pembaruan ini penting karena klasifikasi tersebut memberikan informasi tentang negara mana yang dapat mengakses pinjaman lunak dan bantuan pembangunan, serta membantu pemerintah, peneliti, dan berbagai organisasi internasional untuk melacak kemajuan ekonomi di seluruh dunia," tulis Bank Dunia.
Daftar Negara ASEAN Berstatus Upper-Middle Income
Seiring berlakunya klasifikasi terbaru Bank Dunia untuk FY2027 mulai 1 Juli 2026, jumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang masuk kategori berpendapatan menengah atas pun bertambah. Berikut daftar negara ASEAN berstatus upper-middle income pada 2026:
- Indonesia
- Malaysia
- Thailand
- Vietnam
- Filipina
Sementara itu, Singapura dan Brunei Darussalam tetap berada dalam kelompok high income atau negara berpendapatan tinggi. Adapun Kamboja, Laos, Myanmar, dan Timor-Leste masih tergolong sebagai negara lower-middle income atau berpendapatan menengah bawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































