
Pasukan Korpasgat TNI AU dan BNPB mengevakuasi seorang warga yang menjadi korban gempa di NTT, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Sebanyak enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk membawa bantuan dan peralatan ke dua wilayah tersebut pada Senin (24/8/2026).
Dari enam pesawat itu, tiga armada membawa 31 ton logistik menuju NTT. Sementara tiga pesawat lainnya mengangkut 500 unit mesin pompa air untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh pengiriman dilakukan pada Senin pukul 04.30 WIB. Bantuan untuk NTT diarahkan ke Labuan Bajo dan Maumere.
“3 pesawat menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), masing-masing dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere, membawa 31 ton logistik siap makan, berupa biskuit, wafer, protein bar, roti, berbagai kebutuhan pangan lainnya, serta mainan untuk anak-anak,” ujar Teddy.
31 Ton Logistik Dikirim ke NTT
Tiga pesawat yang menuju NTT membawa berbagai kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Logistik tersebut terdiri atas makanan siap konsumsi hingga mainan yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Pengiriman dilakukan sebagai bagian dari respons cepat pemerintah terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana di NTT.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga mengirimkan dukungan untuk penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan.
500 Pompa Air Dikirim ke Kalimantan
Tiga pesawat TNI AU lainnya diterbangkan menuju Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Armada tersebut membawa 500 unit mesin pompa air yang menjadi bagian dari rencana pengiriman 2.000 unit pompa secara bertahap.
“Sementara itu, 3 pesawat menuju Kalimantan, masing-masing ke Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin, membawa 500 unit mesin pompa air yang merupakan bagian dari 2.000 unit mesin pompa yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai intruksi Presiden Prabowo Subianto dan permintaan para Gubernur di Kalimantan,” ungkap Teddy.
Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang satu kilometer. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu petugas mengambil air dari sumber yang berada lebih jauh dan memperkuat proses pemadaman, terutama pada wilayah lahan gambut.
Pengiriman 500 pompa tersebut merupakan tahap awal dari total 2.000 unit yang akan didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan dan permintaan para gubernur di Kalimantan.
Prabowo Minta Penanganan Bencana Dipercepat
Teddy mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar seluruh unsur yang terlibat mempercepat penanganan bencana. Distribusi bantuan juga diminta dilakukan secara terpadu hingga benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu, serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan,” tegas Teddy.
Pemerintah menyatakan penyaluran logistik dan peralatan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.
“Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kita hadir dan membersamai mereka,” pungkas Teddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































