Newswire Senin, 24 Agustus 2026 12:07 WIB

Kerusakan jalan akibat gempa M7,7 NTT di Jalur Pantai Utara, Pulau Flores, NTT. /Istimewa-Dok. KKN UMY.
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terpadu. Pemerintah juga diminta memastikan bantuan logistik benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh unsur terkait harus memastikan proses distribusi bantuan berjalan hingga ke wilayah terdampak.
"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan," ujar Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, pemerintah kembali mengirim bantuan ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana.
Pada Senin pukul 04.30 WIB, sebanyak enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) diberangkatkan untuk membawa bantuan logistik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan dukungan logistik dan peralatan terus tersedia sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kita hadir dan membersamai mereka," kata Teddy.
Tiga Pesawat Bawa 31 Ton Logistik ke NTT
Dari enam pesawat yang diberangkatkan, tiga di antaranya menuju NTT dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.
Pesawat-pesawat tersebut membawa total 31 ton logistik siap makan. Bantuan terdiri atas biskuit, wafer, protein bar, roti, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya untuk masyarakat terdampak bencana.
Pemerintah juga menyertakan mainan anak-anak dalam pengiriman tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat memberikan penghiburan bagi anak-anak yang berada di tengah situasi bencana.
Kalimantan Dikirimi 500 Pompa Air
Sementara itu, tiga pesawat TNI AU lainnya membawa bantuan menuju Kalimantan dengan tujuan Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin.
Pesawat tersebut mengangkut 500 unit mesin pompa air yang menjadi bagian dari total 2.000 unit pompa yang akan dikirim secara bertahap.
Pompa-pompa tersebut diperuntukkan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut.
Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang satu kilometer. Peralatan itu diharapkan membantu petugas menjangkau sumber air dan memperkuat pemadaman, khususnya pada kebakaran di lahan gambut yang membutuhkan penanganan intensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































