Foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker di depot bahan bakar Aral di kilang minyak Ruhr Oel milik BP Gelsenkirchen GmbH di Gelsenkirchen, Jerman, 17 Maret 2026. Karena meningkatnya konflik di Timur Tengah, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak melewati 100 dolar AS per barel. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemerintah Prancis meluncurkan paket bantuan darurat senilai 70 juta euro (sekitar Rp 1,36 triliun) guna melindungi industri-industri utama negara itu dari gejolak harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyebut sektor transportasi, pertanian, dan perikanan sebagai fokus utama bantuan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga “kedaulatan pangan” serta memastikan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan lancar.
Dari total nilai paket bantuan itu, 50 juta euro (sekitar Rp 976,4 miliar) di antaranya akan dialokasikan untuk perusahaan transportasi jalan raya kecil dan menengah. Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi tetap sebesar 0,20 euro per liter bahan bakar.
Sementara itu, sektor pertanian akan mendapat pembebasan pajak atas bahan bakar diesel selama satu bulan. Di sisi lain, industri perikanan memperoleh alokasi dana lima juta euro (sekitar Rp 97 miliar) guna menutup lonjakan biaya bahan bakar yang kini mencapai sekitar 35 persen dari total biaya operasional.
Pemerintah juga menawarkan sejumlah skema tambahan, termasuk penangguhan pembayaran pajak dan jaminan sosial tanpa penalti, serta pinjaman “Boost Fuels” hingga 50.000 euro (sekitar Rp 976 juta) bagi usaha kecil yang terdampak.
sumber : Antara, Anadolu

5 hours ago
1
















































