
Bek Paris Saint-Germain Marquinhos mengangkat trofi Liga Champions didampingi rekan-rekan setimnya setelah Paris Saint Germain memenangkan final melawan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 30 Mei 2026. (AFP/ODD ANDERSEN)
Harianjogja.com, JOGJA— Paris Saint-Germain (PSG) kembali mencatatkan sejarah besar di kancah sepak bola Eropa. Klub asal Prancis itu sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2026 setelah menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Minggu (31/5/2026)
Laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Minggu, berjalan sengit sejak awal. Arsenal langsung mengejutkan PSG dengan gol cepat saat pertandingan baru berjalan lima menit. Kesalahan sapuan lini belakang PSG dimanfaatkan Kai Havertz yang melakukan aksi individu sebelum menaklukkan kiper Matvey Safonov dari sudut sempit.
Tertinggal lebih dulu, PSG merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta melalui Fabian Ruiz, Ousmane Dembele, hingga Desire Doue, namun belum mampu menembus pertahanan solid Arsenal yang dikawal David Raya.
Memasuki babak kedua, PSG tampil lebih agresif dan akhirnya menemukan momentum. Pada menit ke-62, wasit menunjuk titik penalti setelah Khvicha Kvaratskhelia dilanggar di kotak terlarang. Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, menyamakan skor menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka. PSG nyaris berbalik unggul melalui Vitinha dan Kvaratskhelia, sementara Arsenal juga memberikan perlawanan lewat sejumlah pergantian pemain yang meningkatkan daya serang.
Namun hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir, kedua tim tetap gagal mencetak gol tambahan. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam momen krusial tersebut, PSG tampil lebih tenang dan efektif. Empat penendang mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik, sementara satu eksekusi gagal. Di sisi lain, Arsenal harus menelan kekecewaan setelah dua penendangnya gagal mencetak gol.
Kemenangan ini memastikan PSG meraih gelar Liga Champions secara beruntun alias back to back, sekaligus menegaskan dominasi mereka sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa saat ini.
Keberhasilan ini juga mempertegas kedalaman skuad serta mental juara yang dimiliki Les Parisiens dalam menghadapi tekanan di laga puncak. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah tampil impresif hingga mencapai final.
Susunan pemain
PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele (Goncalo Ramos 90'), Khvicha Kvaratskhelia (Bradley Barcola 83')
Arsenal (4-3-3): David Raya; Cristhian Mosquera (Jurrien Timber 66'), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard (Viktor Gyokeres 66'), Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (Martin Zubimendi 91'); Bukayo Saka (Noni Madueke 83'), Kai Havertz (Eberechi Eze 91'), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83')
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































