Ratusan Mahasiswa Semarang Kepung Mapolda Jateng, Tuntur Reformasi Polri yang Mandek

4 hours ago 2

Massa Aliansi Semarang Raya (ASR) menggelar sholat gaib di depan Mapolda Jawa TengaKamis (26/2/2026), untuk mendoakan almarhum Arianto Tawakal, siswa MTs yang tewas oleh anggota Brimob di Kota Tual, Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Semarang Raya menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Jawa Tengah (Jateng), Kamis (26/2/2026) sore. Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti dan mengkritik mandeknya reformasi Polri. Mereka pun mengecam masih terus terjadinya kekerasan oleh polisi, termasuk tewasnya pelajar MTs bernama Arianto Tawakal di tangan personel Brimob di Kota Tual, Maluku, baru-baru ini.

Para mahasiswa membentangkan spanduk-spanduk berisikan protes terhadap Polri. Mereka antara lain bertuliskan "Adili Polisi", "Reformasi Polri", "Justice for Arianto.T", dan "Represif Bukan Solusi: Tuntaskan Reformasi Polri". 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kevin Kurnia Priambodo, mengungkapkan, aksi dengan agenda utama menyerukan reformasi Polri di depan Mapolda Jateng diikuti antara 300-400 mahasiswa. Mereka berasal dari sekitar 15 universitas di Semarang dan sekitarnya. 

"Pada aksi kali ini memang kita sama-sama sepakat ini adalah aksi yang diprakarsai oleh Aliansi Semarang Raya. Tidak ingin disusupi oleh siapapun yang ada di sini," ujar Kevin ketika diwawancara awak media. 

Dia mengatakan, tuntutan utama massa Aliansi Semarang Raya adalah reformasi Polri. "Sampai detik ini kami masih belum melihat progres (reformasi Polri), bahkan malah kami melihat sebuah kemunduran," ucapnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|