Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Memasuki hari ke-23 konflik terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, eskalasi militer terus meningkat di berbagai kawasan, mulai dari Teheran hingga Teluk.
Ancaman serangan terhadap infrastruktur energi, saling balas rudal, hingga ketegangan di Selat Hormuz memperlihatkan perang yang kian meluas.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya serangan militer Israel ke wilayah Iran.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui negaranya menghadapi malam yang sangat sulit setelah serangan rudal Iran menghantam sejumlah kota penting di selatan Israel.
Dirangkum dari laporan Aljazeera pada Ahad (22/3/2026), berikut beberapa hal yang perlu dietahui tentang perang AS-Israel di Iran memasuki hari ke-23:
Pertama, serangan di Iran kian intensif
Israel kembali melancarkan serangan ke Teheran pada Ahad, dengan ledakan dilaporkan terjadi di bagian timur ibu kota.
Serangan ini merupakan balasan atas rentetan rudal Iran yang sebelumnya menghantam wilayah selatan Israel.
Militer Iran memperingatkan akan menyerang seluruh infrastruktur energi yang terkait dengan AS dan Israel di Timur Tengah jika fasilitas listriknya disasar. Ketegangan meningkat setelah Washington mengancam serangan lanjutan.

5 hours ago
5
















































