Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berpidato di Teheran, ibu kota Iran, Sabtu 17 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemimpin Iran Ayatollah Sayyed Ali Khamenei menyerukan kepada rakyat Iran untuk menunjukkan keteguhan nasional pada peringatan 47 tahun kemenangan Revolusi Islam, yang jatuh pada 22 Bahman (11 Februari).
Dalam pesan yang disiarkan melalui televisi menjelang pawai nasional tahunan, Sayyed Khamenei menggambarkan, hari tersebut sebagai manifestasi kekuatan, martabat, dan kemerdekaan Iran. Khamenei mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi secara luas guna menggagalkan ambisi musuh-musuh bangsa.
“Setiap tahun, 22 Bahman adalah hari penyingkapan kekuatan dan martabat bangsa Iran,” ujar dia. Khamenei menekankan pentingnya momentum tersebut sebagai simbol tekad kolektif dan kesadaran nasional.
Mengenang peristiwa bersejarah 11 Februari 1979, Sayyed Khamenei menegaskan, Revolusi Islam berhasil mengakhiri campur tangan asing dalam urusan Iran. Ia memperingatkan, kekuatan-kekuatan asing sejak saat itu terus berupaya membalikkan capaian revolusi. Meski demikian, di menegaskan bangsa Iran tetap berdiri teguh.“Simbol keteguhan itu adalah 22 Bahman,”kata dia.
Ia memuji pawai tahunan tersebut sebagai fenomena yang tidak tertandingi di dunia. Dia menyatakan, tidak ada bangsa lain yang setiap tahun memperingati kemerdekaannya dengan partisipasi publik seluas dan sebesar Iran.

4 weeks ago
32

















































