Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan Israel di Al-Mazraa di Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah RI mengutuk keras serangkaian serangan Israel ke sejumlah wilayah Lebanon. Serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel pada Rabu (8/4/2026) dilaporkan menelan lebih dari 250 korban jiwa.
"Indonesia mengutuk keras serangan terkoordinasi Israel terhadap Beirut dan banyak tempat di Lebanon yang telah mengakibatkan korban sipil dan kerusakan fisik," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun X resminya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Kemlu RI, serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Selain itu, serangan Israel dinilai berisiko memperburuk ketegangan regional dan merusak keamanan global.
"Indonesia menuntut agar Israel segera dan secara permanen menghentikan semua permusuhan dan agresi di Lebanon. Indonesia juga menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, sesuai dengan hukum internasional," kata Kemlu RI.
Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, mengambil langkah-langkah menuju deeskalasi, memprioritaskan dialog, dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi lebih lanjut.
Pada Rabu kemarin, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke beberapa wilayah Lebanon, termasuk ibu kota Beirut. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeklaim telah menyerang sekitar 100 target infrastruktur militer milik kelompok Hizbullah.
Serangan Israel, terutama ke Beirut, dilaporkan dilancarkan tanpa peringatan. Menurut Pemerintah Lebanon, serangan Israel pada Rabu lalu membunuh setidaknya 254 orang. Sementara media Israel dan Lebanon, mengutip keterangan Palang Merah Lebanon, melaporkan bahwa korban tewas dapat mencapai 300 jiwa.

5 hours ago
1
















































