Sapi Peternak Kasihan dan Pleret Lolos Seleksi Kurban Presiden

21 hours ago 7

Harianjogja.com, BANTUL—Dua ekor sapi milik peternak di Kabupaten Bantul berhasil lolos seleksi sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 Hijriah. Hewan ternak tersebut berasal dari wilayah Kasihan dan Pleret setelah melewati proses seleksi ketat dari tim pemerintah pusat bersama Pemda DIY.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan sebelumnya Bantul mengusulkan sembilan ekor sapi untuk mengikuti seleksi calon hewan kurban presiden.

“Informasi dari DIY itu, hewan ternak dari Bantul lolos dua ekor, masing-masing dari daerah Kasihan dan Pleret,” kata Joko, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, keputusan pemilihan sepenuhnya dilakukan oleh tim seleksi dari pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. DKPP Bantul hanya bertugas mengusulkan sapi-sapi terbaik milik peternak lokal.

“Kalau itu pertimbangannya dari tim. Kami tidak tahu detail kenapa dipilih sapi dari Bantul. Kami sebelumnya mengajukan sembilan sapi dan yang lolos ada dua ekor,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum menerima rincian lengkap terkait jenis sapi yang lolos seleksi tersebut. Namun, sapi yang diajukan rata-rata memiliki bobot hidup sekitar satu ton.

Terpilihnya sapi asal Bantul sebagai hewan kurban presiden dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak lokal. Selain menunjukkan kualitas ternak yang baik, hal itu juga dianggap sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap peternak di Bantul.

Joko menyebut keberhasilan tersebut diharapkan mampu memotivasi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak.

“Bantul selama ini sudah beberapa tahun dipercaya karena lolos seleksi. Tentu ini menjadi motivasi bagi peternak karena kalau dibeli presiden merupakan penghargaan yang tidak ternilai,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun populasi sapi di Bantul tidak sebesar daerah lain, kualitas kesehatan ternak di wilayah tersebut dinilai sangat baik sehingga mampu memenuhi standar seleksi pemerintah pusat.

“Di Bantul itu hewan ternaknya sehat-sehat, makanya bisa lolos. Harapan kami ini dapat memotivasi peternak untuk memelihara ternak lebih baik lagi ke depan,” katanya.

Selama beberapa tahun terakhir, sapi asal Bantul memang kerap masuk dalam daftar hewan kurban presiden. Kondisi tersebut memperkuat reputasi peternak Bantul sebagai penyedia hewan kurban berkualitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|