REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretaris Dewan Syuro DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, Sidkon Djampi optimistis PKB Jabar mampu tampil adaptif dan relevan dalam menjawab dinamika politik kekinian. Khususnya, merebut hati pemilih muda yang jumlahnya kian dominan.
Sidkon menilai, tantangan politik ke depan menuntut partai politik tidak hanya kuat secara ideologis, juga lincah beradaptasi dengan perubahan sosial, teknologi, dan karakter generasi muda. Menurut dia, PKB Jabar memiliki modal kuat menjawab tantangan tersebut.
“PKB Jabar saat ini hampir 70 persen pengurusnya diisi generasi muda. Ini menjadi kekuatan strategis karena mereka lebih memahami cara berpikir, aspirasi, dan bahasa anak muda,” ujar Sidkon, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, dominasi kader muda dalam struktur kepengurusan membuat PKB Jabar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital, media sosial, serta pendekatan komunikasi politik yang lebih inklusif dan partisipatif.
Sidkon menegaskan, keberadaan pengurus muda bukan sekadar formalitas regenerasi, melainkan bagian dari upaya serius PKB membangun kepemimpinan masa depan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama generasi produktif dan pemilih pemula.
“Anak muda hari ini ingin didengar, dilibatkan, dan diberi ruang. PKB Jabar membuka ruang itu seluas-luasnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang menjadi ruh partai,” kata dia.
Ia pun yakin, dengan kombinasi pengalaman para senior dan energi kader muda, PKB Jabar mampu beradaptasi dengan cepat sekaligus menghadirkan politik yang lebih solutif, dekat dengan rakyat, dan menjawab persoalan riil masyarakat.
“Insya Allah, PKB Jabar siap menjadi rumah besar bagi generasi muda yang ingin berkontribusi membangun Jawa Barat dan Indonesia,” ujar Sidkon menutup pernyataannya.

1 month ago
20

















































