Siklon BAVI Pengaruhi Cuaca di Jogja, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi

3 hours ago 6

 Waspada Gelombang Tinggi

Foto ilustrasi gelombang tinggi. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengungkap adanya pengaruh Siklon Tropis BAVI terhadap pola cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian Pulau Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menjelaskan bahwa keberadaan siklon yang terpantau di wilayah Samudera Pasifik Utara Papua turut memengaruhi sirkulasi atmosfer, khususnya arah dan kekuatan angin di wilayah selatan Indonesia.

“Pola angin timuran masih mendominasi kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Jawa, termasuk DIY,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kelembapan udara di wilayah DIY pada lapisan ketinggian 1,5 hingga 3 kilometer berada di kisaran 40 hingga 90 persen. Kondisi ini dinilai belum cukup kuat untuk memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, sehingga potensi hujan relatif rendah dalam beberapa hari ke depan.

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di DIY selama periode 5 hingga 7 Juli 2026 didominasi cerah berawan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kondisi laut selatan yang menunjukkan peningkatan gelombang.

Pada 5 dan 6 Juli, tinggi gelombang laut diperkirakan berada di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang. Sementara pada 7 Juli, tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 2,5 sampai 4 meter yang masuk kategori tinggi.

Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas di wilayah pesisir, khususnya bagi wisatawan dan pelaku kegiatan kelautan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi cuaca panas pada siang hari dengan menjaga kecukupan cairan tubuh serta membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Paparan panas berlebih berisiko menimbulkan dehidrasi maupun gangguan kesehatan lainnya.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Jogja, diingatkan agar tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai. Selain itu, pengunjung diminta mematuhi seluruh arahan petugas demi keselamatan.

Sementara itu, nelayan dan pelaku usaha kelautan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang. Jika kondisi tidak memungkinkan, aktivitas melaut sebaiknya ditunda untuk menghindari risiko kecelakaan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat DIY untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui media sosial maupun layanan informasi di kantor terdekat.

Dengan dinamika cuaca yang masih dipengaruhi faktor regional, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|