Sisa Makanan Pasien RS Jogja Turun berkat Program SI SEDAP

6 hours ago 6

Sisa Makanan Pasien RS Jogja Turun berkat Program SI SEDAP

RS Pratama Kota Yogyakarta menjadi lokasi penerapan inovasi SI SEDAP (Sajian Bergizi Sehat dan Sedap) yang melibatkan pasien dalam pemilihan menu makanan sesuai rekomendasi diet ahli gizi. Ist/ Dok. RS Pratama

JOGJA - Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi pelayanan gizi SI SEDAP (Sajian Bergizi Sehat dan Sedap).

Angka tersebut berada di bawah batas maksimal 20 persen yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penurunan sisa makanan tercatat secara bertahap sejak inovasi tersebut mulai diterapkan pada 2021.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Lana Unwanah mengatakan SI SEDAP dikembangkan untuk membuat pelayanan makanan pasien lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Pasien tidak sekadar menerima menu yang telah ditentukan, tetapi diberi kesempatan memilih makanan berdasarkan diet yang direkomendasikan ahli gizi.

"Pasien bisa memilih menu sesuai dietnya, kemudian mendapatkan konseling gizi. Kami juga meminta penilaian pasien melalui survei kepuasan terhadap pelayanan makanan," kata Lana, dikutip Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, persentase makanan yang tersisa turun dari 18,94 persen pada 2021 menjadi 17,26 persen pada 2022. Angka itu kembali turun menjadi 16,90 persen pada 2023.

Lana menuturkan, persoalan sisa makanan sebelumnya menjadi salah satu alasan pengembangan SI SEDAP. Selain berpengaruh terhadap pemenuhan asupan gizi pasien, makanan yang tidak dihabiskan juga menambah timbulan sampah dan memengaruhi efisiensi pengelolaan makanan di rumah sakit.

"Yang kami lihat bukan hanya soal makanan tersisa, tetapi juga bagaimana kebutuhan gizi pasien bisa terpenuhi dan pelayanan makanan menjadi lebih efisien. Karena itu, pasien kami libatkan dalam proses pemilihan menu," ujarnya.

SI SEDAP juga mengubah proses pencatatan pelayanan gizi yang sebelumnya dilakukan secara manual. Pilihan menu dan data sisa makanan pasien kini dapat dicatat secara digital dan terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS).

Integrasi tersebut memungkinkan ahli gizi dan Instalasi Gizi berkoordinasi lebih cepat dalam menyiapkan makanan. Sistem digital juga diharapkan mengurangi kesalahan pencatatan sekaligus membuat pengelolaan data pelayanan gizi lebih akurat.

Tak hanya berdampak pada sisa makanan, inovasi tersebut turut mendongkrak kepuasan pasien terhadap sajian makanan rumah sakit. Tingkat kepuasan pasien tercatat mencapai 93 persen.

Dinkes Kota Jogja juga mengembangkan SI SEDAP tidak hanya untuk kebutuhan pasien selama menjalani rawat inap. Layanan tersebut diperluas melalui katering diet bagi pasien yang telah pulang maupun masyarakat yang membutuhkan pengaturan pola makan berdasarkan rekomendasi ahli gizi.

Lana mengatakan pengembangan SI SEDAP masih akan dilanjutkan dengan menambah fitur pelayanan gizi agar aksesnya semakin luas. Pengembangan itu diarahkan untuk membuat layanan gizi lebih mudah digunakan sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|