
Solomon Darren Wang bersama gurunya Lie Lao Shi.IST
Harianjogja.com, JOGJA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Daerah Istimewa Yogyakarta di kancah internasional. Solomon Darren Wang, alumni SD dan SMP Mutiara Persada Jogja yang kini menempuh pendidikan di Guangxi Overseas Chinese School, China, berhasil mencetak capaian langka dengan mempublikasikan tiga jurnal ilmiah internasional bereputasi.
Capaian ini tergolong luar biasa karena hanya sebagian kecil siswa di dunia yang mampu menembus publikasi ilmiah dengan standar tinggi. Ketiga jurnal tersebut ditulis dalam bahasa Inggris dan telah dapat diakses secara global melalui sistem open access, sehingga bisa dikutip oleh peneliti dari berbagai negara.
Menariknya, penelitian Darren mengangkat isu-isu aktual yang relevan dengan perkembangan global. Salah satunya membahas pengaruh platform TikTok terhadap Pemilu Presiden Indonesia 2024 dengan pendekatan Key Opinion Customer (KOC) dan Cultural Opinion Leader (COL) pada generasi Z.
Dalam penelitian lain, Darren mengkaji konsep soft power melalui fenomena konser Taylor Swift sebagai strategi memperkuat ekonomi dan posisi tawar suatu negara di mata dunia. Ia juga meneliti konsep “No Viral No Justice” yang mengulas bagaimana viralitas di media sosial dapat menjadi solusi non-yuridis dalam berbagai kasus.
Selain diakses secara digital, karya ilmiah tersebut juga telah dikirim dalam bentuk cetak ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia sebagai kontribusi nyata di dunia akademik.
Kemampuan Darren dalam menulis jurnal ilmiah tidak lepas dari latar belakang pendidikan internasional yang ditempuh sejak dini di Jogja. Bahkan saat ini, ia dipercaya menjadi asisten pengajar bahasa Inggris di sekolahnya di China.
Orang tua Darren, Budhi Susilo, menyebut pencapaian ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun rekam jejak akademik global. "Target berikutnya adalah melanjutkan pendidikan di South China University of Technology (SCUT) hingga menembus universitas kelas dunia seperti MIT atau Stanford University," katanya, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, tantangan utama lulusan saat ini adalah kurangnya kemampuan menciptakan inovasi yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, ia mendorong putranya untuk fokus pada pengembangan teknologi kreatif dan startup berbasis inovasi.
Dalam waktu dekat, Darren juga berencana mengembangkan proyek berbasis teknologi seperti pembelajaran bahasa Mandarin melalui platform Roblox yang terintegrasi dengan virtual reality (VR). "Proyek ini bahkan direncanakan untuk menjadi penelitian lanjutan yang berpotensi menjadi terobosan baru di tingkat global," papar dia
Prestasi Darren diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani menembus batas dan bersaing di level internasional, sekaligus membuktikan bahwa pelajar Indonesia mampu berkontribusi dalam dunia akademik global sejak usia dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































