Siswa Ini Dulu Sering Ikut Lomba Ilmiah, tidak Menang, Sekarang Jadi Bos Peneliti di BRIN

14 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria bersilaturahim dengan para pemimpin redaksi media massa nasional, Jumat (9/1/2026) sore. Kepala BRIN memaparkan visi misi BRIN saat ini, termasuk rencana penelitian strategis BRIN di 2026. Di sela-sela paparan itu, Prof Arif sempat berkisah soal dirinya yang semasa sekolah ikut kegiatan ilmiah remaja (KIR).

"Dulu kan ada kegiatan ilmiah remaja (KIR), saya sering ikut itu. Saya salah satu peserta yang gagal di tahap awal," katanya, lalu tertawa diikuti gelak tawa hadirin. Namun ternyata Arif Satria remaja tidak kapok. Ia mengaku makin terpacu ikut lomba KIR. "Tidak menang (juga), tapi minimal dapat sertifikat," katanya, masih sembari tertawa.

Dari biodatanya, Prof Arif menghabiskan sekolahnya di Kota Pekalongan Jawa Tengah. Ia lulus SMA Muhammadiyah di sana dan berkuliah di IPB. Dari sini, prestasinya melejit sampai bisa mendapat beasiswa ke Jepang. Dari riset perikanan di Jepang ini Arif Satria banyak mendapat penghargaan.

Prof Arif mengaku tidak mudah melahirkan periset di Indonesia. Itu mengapa jumlah periset masih sedikit. Saat ini di BRIN, kata dia, baru ada 8.000 periset. Ini masih amat minim. Di Indonesia, sambung dia, belum mencapai 300 orang peneliti per satu juta penduduk.

Ia lalu berkisah soal situasi di Cina. Huawei, itu perusahaan IT Cina, punya pegawai 200 ribuan orang. Setengahnya dari pegawai itu adalah periset di research and development. "Bahkan dengan Huawei saja, ini satu perusahaan, bukan satu negara, kita kalah skala periset nya," ujar Prof Arif.

Untuk itu, memupuk minat riset pada anak-anak jadi fokus BRIN. Siswa SD, SMP, SMA, kata Prof Arif, harus dekat dengan imajinasi dulu baru mereka tertarik ke riset.  "Kekayaan riset Indonesia itu terletak pada kekayaan imajinasi anak SD, SMP, SMA," kata dia lagi. 

Salah satu ide nya adalah membuka akses BRIN bagi siswa sekolah. Ia menyebutnya dengan science tourism. BRIN membiarkan dirinya dikunjungi oleh siswa sekolah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|