Laksma TNI Harun Arrasyid usai memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam (21/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) menyiapkan skema baru dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M, khususnya pada saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).
Demi memaksimalkan pelayanan di puncak haji, petugas yang sudah pernah haji akan langsung ditempatkan di Mina.
Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) 2025, Harun Al Rasyid mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan di kawasan Armuzna, khususnya Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jamaah.
“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jamaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun dalam siaran pers Kemenhaj, Jumat (23/1/2026).
Penempatan tersebut dilakukan seiring dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah. Dengan demikian, petugas telah lebih dulu bersiaga di Mina untuk menyambut dan memantau arus jamaah saat bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga ke Mina.
Menurut Harun, langkah ini akan membuat pemantauan dan bantuan kepada jamaah jauh lebih efektif. “Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah,” ucapnya.
Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina serta 10 pos di jalur yang dilalui jamaah. Selain itu, petugas linjam dan petugas lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, khususnya di lantai atas dan lantai tiga yang terdiri dari lima pos.

1 month ago
22
















































