Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen puncak Sony Pictures memastikan akan melakukan reboot semesta film Spider-Man. Keputusan ini ditegaskan CEO Tom Rothman seusai rentetan film karakter sampingan menuai kritik tajam dan performa box office yang jauh dari harapan.
Rothman menyatakan langkah tersebut bertujuan membangun fondasi semesta film yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta berorientasi pada kualitas narasi. Era baru ini disebut akan menghadirkan pendekatan kreatif berbeda, termasuk wajah-wajah baru di layar.
Spin-off Minim Daya Tarik
Sejumlah proyek spin-off tanpa kehadiran Spider-Man sebagai tokoh sentral dinilai gagal membangun keterikatan emosional dengan penonton.
Film Madame Web (2024) hanya mampu meraup sekitar US$100 juta. Sementara Kraven the Hunter (2024) mencatat pendapatan global sekitar US$60 juta, jauh di bawah anggaran produksinya.
Adapun trilogi Venom memang tergolong sukses secara komersial. Namun sejumlah analis menilai keberhasilannya lebih bertumpu pada daya tarik karakter utama ketimbang kekuatan alur cerita.
Kondisi tersebut memunculkan anggapan adanya “kutukan” bagi proyek yang berjalan tanpa Spider-Man sebagai pusat cerita.
Dalam wawancara dengan podcast The Town yang dikutip People Movies, Jumat (27/2/2026), Rothman menekankan pentingnya strategi kelangkaan (scarcity) untuk mengembalikan antusiasme publik.
Sony berencana mengurangi intensitas produksi film karakter sampingan dan lebih selektif dalam menentukan cerita maupun struktur produksi. Tim kreatif baru akan dilibatkan guna memastikan kualitas narasi menjadi prioritas utama.
Kerja Sama dengan Marvel Tetap Berjalan
Meski semesta live-action mandiri Sony di-reset, kemitraan dengan Marvel Studios tetap berlanjut. Spider-Man versi Tom Holland yang terintegrasi dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) masih menjadi aset strategis.
Beberapa proyek kolaborasi yang telah dijadwalkan antara lain:
- Spider-Man: Brand New Day (rilis 31 Juli 2026), menghadirkan Peter Parker bersama Hulk dan Punisher.
- Spider-Noir (tayang di Prime Video, 27 Mei 2026), serial detektif yang dibintangi Nicolas Cage.
Melalui reboot ini, Sony berharap waralaba Spider-Man dapat kembali mencapai kejayaan sinematik dengan struktur cerita yang lebih solid dan relevan bagi penonton modern seusai evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































