Jakarta, CNBC Indonesia - Tim peneliti dari Penn State mengembangkan teknologi audio yang bisa "mengantarkan" suara hingga hanya terdengar oleh satu orang di tengah keramaian. Bahkan, teknologi tersebut bisa membawa suara "belok" untuk menghindari halangan.
Teknologi baru ini dibeberkan oleh tim peneliti dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences yang dikutip oleh Futurism.
"Kami menciptakan sebuah headset virtual. Orang yang berada di 'kantung audio', bisa mendengar suara yang hanya ditujukan untuk mereka sehingga menciptakan zona tenang dan zona suara," kata Jiaxin Zhong, peneliti dari Penn State kepada Futurism.
Zhong dan Yun Jing memaparkan pemanfaatan gelombang ultrasonik untuk "membungkus" suara sehingga tidak terdengar di tengah perjalanan ke tujuan. Saat sampai di tujuan, gelombang tersebut baru bisa terdengar. Teknologi ini bisa diterapkan untuk mengirim suara ke lokasi tertentu atau memilih satu pendengar di tengah keramaian.
Zhong dan Jing menjelaskan bahwa gelombang suara menyebar dalam perjalanan, terutama gelombang dalam frekuensi rendah. Oleh karena itu, gelombang suara sulit "dikurung."
Untuk membungkus suara, mereka menggunakan pancaran gelombang ultrasonik (frekuensi di atas 20 kHz dan tidak terdengar oleh telinga manusia) sebagai "pengangkut" suara yang bisa didengar oleh manusia. Oleh karena itu, suara yang dikirim terdengar hening saat dalam perjalanan.
"Orang yang berdiri di titik sasaran bisa mendengar suara tersebut, orang yang berdiri di dekat mereka, tidak," kata Jing.
Para peneliti mengembangkan terobosan teknologi baru, yaitu pancaran gelombang ultrasonik yang bisa bengkok. Mereka memanfaatkan "acoustic metasurfaces" untuk memanipulasi pergerakan gelombang suara seperti "lensa membelokkan cahaya."
Terobosan lainnya adalah teknologi untuk mengubah pancaran ultrasonik menjadi suara yang terdengar manusia. Jing dan Zhong memancarkan tiap gelombang di beberapa frekuensi yang berbeda, contohnya di frekuensi 40.000 Hz dan 39.500 Hz. Saat mereka bersilang, kedua pancaran menciptakan gelombang suara baru dengan frekuensi setara dengan selisih keduanya yaitu 500 Hz.
"Kami membuktikan bahwa suara yang dikirim tak terdengar, kecuali di titik persilangan, menciptakan wilayah yang kami sebut sebagai 'audio enclave.'"
Jing dan Zhang menyatkan saat ini teknologi mereka bisa menciptakan "kantung audio" di wilayah berjarak 0,9 meter dengan tingkat kebisingan 60 desibel atau setara dengan suara percakapan.
Meskipun harus melalui pengembangan yang panjang, kedua peneliti punya beberapa contoh implementasi terobosan teknologi mereka. "Kantung audio" bisa digunakan untuk membuat zona suara tanpa mengganggu orang lain di museum atau perpustakaan. Sebaliknya, teknologi yang sama bisa digunakan seperti fitur "noise-cancellation" di sebuah wilayah yang luas, misalnya di sebuah taman di tengah kota besar.
(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bantu Bisnis Bertahan, Begini Peran Transformasi Digitalisasi
Next Article Pungut Batu Dikira Emas Ternyata Harta Karun Langka