Terlalu Banyak Minum Matcha Bisa Ganggu Jantung hingga Lambung

22 hours ago 8

Jumali

Jumali Minggu, 10 Mei 2026 21:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Matcha menjadi salah satu minuman favorit yang semakin populer karena dikenal kaya antioksidan dan memiliki manfaat untuk meningkatkan fokus serta relaksasi. Namun, konsumsi matcha secara berlebihan ternyata dapat menimbulkan berbagai efek samping bagi kesehatan.

Matcha dibuat dari daun teh hijau pilihan yang digiling hingga menjadi bubuk halus. Kandungan utama di dalamnya meliputi katekin, kafein, dan asam amino L-theanine.

Meski memiliki banyak manfaat, asupan matcha berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf, jantung, pencernaan, hingga metabolisme tubuh.

Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah gangguan tidur atau insomnia akibat kandungan kafein yang cukup tinggi.

Bagi sebagian orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi matcha berlebihan juga dapat menyebabkan jantung berdebar, rasa gelisah, gugup, hingga kecemasan.

Selain itu, asupan kafein tinggi dalam matcha berpotensi memicu sakit kepala atau migrain.

Konsumsi rutin dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan ketergantungan kafein sehingga tubuh menjadi sulit beradaptasi tanpa asupan minuman tersebut.

Pada beberapa kasus, tekanan darah dapat meningkat sesaat setelah mengonsumsi matcha.

Dari sisi pencernaan, minum matcha saat perut kosong berisiko menyebabkan mual, nyeri lambung, atau asam lambung naik.

Sebagian orang juga dapat mengalami kembung atau diare jika mengonsumsi matcha terlalu banyak dalam sehari.

Kandungan kafein pada matcha bersifat diuretik ringan yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil.

Jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup, kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi orang yang aktif berolahraga atau tinggal di wilayah bercuaca panas.

Efek lain yang sering tidak disadari adalah gangguan penyerapan zat besi.

Kandungan tanin dalam matcha dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan sehingga kurang dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan, terutama bagi penderita anemia.

Selain itu, konsumsi ekstrak teh hijau dalam jumlah sangat tinggi juga pernah dikaitkan dengan risiko gangguan hati meski kasusnya tergolong jarang.

Agar tetap aman, konsumsi matcha disarankan tidak lebih dari satu hingga dua cangkir per hari.

Pola makan bergizi seimbang dan asupan air putih yang cukup juga penting untuk mengurangi risiko efek samping akibat konsumsi kafein berlebih.

Dengan konsumsi yang tepat, matcha tetap bisa menjadi pilihan minuman sehat sekaligus pendamping relaksasi sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|