Terungkap Gembong Separatis Yaman Kabur ke Uni Emirat Arab Setelah Digempur Saudi

15 hours ago 1

Bendera UEA berkibar setengah tiang di Museum Etihad (Union) saat berkabung resmi 40 hari diumumkan setelah kematian Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa Bin Zayed Al Nahyan, di Dubai, UEA, 13 Mei 2022. Menurut Kantor berita negara Emirates WAM pada 13 Mei 2022 Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa Bin Zayed Al Nahyan telah meninggal pada usia 73 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, HADRAMAUT— Ahmed al-Shalafi, pejabat yang bertanggung jawab atas urusan Yaman di saluran televisi Aljzeera, mengungkapkan detail baru terkait pelarian Ketua Dewan Transisi Selatan Aidrous al-Zubaidi ke Uni Emirat Arab pada Rabu (6/1/2026) kemarin.

Al-Shalafi mengutip sumber lokal yang mengatakan, salah satu pemilik kapal memberitahunya bahwa dirinya menerima telepon dari orang-orang Zubaidi dan bahwa dia bertemu dengan Zubaidi dan rombongannya di Pelabuhan Aden kemudian membawa mereka ke wilayah Somaliland yang merupakan bagian dari Republik Federal Somalia.

Belum diketahui siapa saja yang melarikan diri bersama Al-Zubaidi, tetapi Al-Shalfi mengatakan yang dimaksud adalah Hamid Lamlas yang diberhentikan oleh pemerintah dari jabatannya sebagai gubernur Aden, dan Muhsin Al-Wali, pemimpin pasukan pengaman dan formasi militer lain yang berafiliasi dengan Transitional Southern Council.

Di sisi lain, sekitar 50 anggota Dewan Transisi pergi ke ibu kota Saudi Arabia, Riyadh, untuk berpartisipasi dalam dialog selatan-selatan yang sedang dipersiapkan, menurut Al-Shalafi.

Detail pelarian

Pada Kamis pagi, koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi mengumumkan Al-Zubaidi melarikan diri ke wilayah Somaliland dan kemudian ke ibu kota Somalia, Mogadishu, sebelum tiba di Uni Emirat Arab.

Juru bicara resmi pasukan koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan informasi intelijen mengkonfirmasi pelarian al-Zubaidi pada malam hari bersama orang lain melalui laut dari Pelabuhan Aden menuju wilayah Somaliland kemarin siang.

Al-Zubaidi menghubungi seorang perwira yang dikenal sebagai Abu Saeed, yang ternyata adalah Mayor Jenderal Awad Saeed Musleh al-Ahbabi, Komandan OperasiGabungan UEA, dan memberitahukan kedatangannya.

Sebuah pesawat telah menunggu mereka dan lepas landas tanpa menentukan tujuan setelah mengangkut mereka di bawah pengawasan perwira UEA.

Menurut juru bicara tersebut, pesawat itu mendarat di bandara Mogadishu kemarin sore dan menunggu selama satu jam, lalu berangkat menuju Teluk Arab melalui Laut Arab tanpa menentukan tujuan.

Sistem identifikasi dimatikan di atas Teluk Oman, dan dihidupkan kembali sepuluh menit sebelum mendarat di bandara militer "Al-Reef" di Abu Dhabi kemarin malam.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|