Pengunjung berbelanja di Mal Kuningan City, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Sejumlah toko di Mal Kuningan City menawarkan diskon hingga 80 persen dalam rangka menyemarakan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Pengunjung tampak memadati salah satu toko untuk berburu berbagai promo potongan harga. Sejalan dengan itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 di 400 pusat perbelanjaan se-Indonesia dengan menawarkan potongan harga hingga 80 persen dengan target transaksi mencapai Rp23,32 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Banyak orang merasa uang Tunjangan Hari Raya (THR) cepat habis hanya dalam hitungan hari. Padahal, jika dikelola dengan baik, dana tambahan ini bisa membantu memperkuat kondisi keuangan setelah Lebaran.
Salah satu penyebab utama THR cepat habis adalah kebiasaan belanja impulsif menjelang hari raya. Diskon besar dan berbagai promo sering membuat orang membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
“Godaan diskon dan promo menjelang Lebaran sering membuat orang membeli barang yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan,” tulis artikel edukasi keuangan yang dirilis OCBC Indonesia yang diterima Jumat (13/3/2026).
Selain itu, tekanan untuk mengikuti tren gaya hidup juga membuat pengeluaran meningkat. Riset Financial Fitness Index 2025 menunjukkan sekitar 76 persen anak muda masih menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidup teman.
Padahal, Lebaran tidak harus identik dengan membeli barang baru atau mengikuti tren jika tidak sesuai kemampuan.
Agar THR tidak cepat habis, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat.
Pertama, utamakan kebutuhan penting terlebih dahulu. Pastikan kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi sebelum membeli barang lain.

3 hours ago
1

















































