Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tentara Nasional Indonesia dilaporkan akan menjadi prajurit perdamaian internasional pertama yang akan diberangkatkan ke Jalur Gaza. Kabar itu dilaporkan saluran media Israel, KAN.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa zona antara Rafah dan Khan Younis telah ditetapkan untuk pasukan tersebut.
KAN yang mengutip sumber-sumber mengetahui informasi tersebut memperkirakan pengerahan tersebut dapat melibatkan beberapa ribu tentara, dengan perencanaan awal sudah dilakukan Jakarta, termasuk bagaimana pasukan akan memasuki Gaza dan logistik kehadiran mereka.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita tak menampik soal rencana Indonesia untuk pengiriman pasukan stabilisasi ke Jalur Gaza.
Ia menyatakan, personel TNI yang akan dilibatkan dalam rencana partisipasi Indonesia pada misi perdamaian terkait Gaza akan dipilih dari prajurit yang sudah berpengalaman menjalankan penugasan luar negeri.
Menurutnya, TNI telah memiliki rekam jejak mengirim pasukan di bawah misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sejak 2008 dan telah berkali-kali melakukan rotasi.
“Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut,” kata Tandyo saat ditemui awak media di Parlemen, Selasa (10/2/2026).
“Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana. Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008 ya, dari 2008 itu kita sudah mengirimkan Unifil ke sana sudah berkali-kali, dan orang-orang inilah nanti yang akan kita kirim ke sana,” katanya menambahkan.

4 weeks ago
13

















































