REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih membayar kompensasi sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun untuk menghentikan proyek energi angin. Keputusan ini memicu kritik karena dinilai menghambat transisi energi bersih.
Kesepakatan dilakukan dengan TotalEnergies yang sebelumnya menggarap proyek ladang turbin angin lepas pantai di North Carolina dan New York. Dana kompensasi dialihkan untuk investasi di sektor minyak dan gas.
Departemen Dalam Negeri AS mengatakan, perusahaan akan mengembalikan hak sewa proyek dan mengalihkan investasi ke energi fosil. Langkah ini mempertegas arah kebijakan energi pemerintahan Trump.
CEO TotalEnergies Patrick Pouyanne mengatakan, proyek angin lepas pantai dilepas dan diganti kompensasi. “Dengan mempertimbangkan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai bukan kepentingan negara itu,” kata Pouyanne dalam pernyataannya seperti dikutip dari Daily Sabah, Selasa (24/3/2026).
Pouyanne menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kilang gas alam cair di Texas serta ekspansi bisnis minyak dan gas. Ia menyebut langkah itu sebagai penggunaan modal yang lebih efisien.
Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan, pemerintah mendukung investasi pada energi yang dinilai lebih stabil dan terjangkau.
“Kami menyambut baik komitmen TotalEnergies untuk mengembangkan proyek-proyek yang memproduksi listrik yang andal, terjangkau bagi masyarakat pendapatan rendah Amerika,” kata Burgum.
Kebijakan ini berlawanan dengan arah sebelumnya pada era Presiden Joe Biden yang mendorong energi angin sebagai solusi krisis iklim. Trump sejak awal masa jabatannya kembali mengutamakan produksi minyak, gas, dan batu bara.
Sejumlah proyek energi angin lepas pantai sempat dihentikan pemerintah dengan alasan keamanan nasional. Namun, hakim federal kemudian memutuskan proyek tersebut dapat dilanjutkan karena tidak terbukti berisiko.
Di tengah kebijakan tersebut, Dominion Energy tetap mengoperasikan proyek Coastal Virginia Offshore Wind yang mulai menyalurkan listrik ke jaringan di Virginia.
Kelompok lingkungan mengecam kesepakatan ini. Mereka menilai kebijakan tersebut merugikan upaya penyediaan energi bersih dan memperlambat penanganan perubahan iklim.
Direktur energi bersih Environmental Defence Fund Ted Kelly mengatakan, keputusan itu membebani publik. “Ini penyalahgunaan uang pembayar pajak Amerika untuk memiliki listrik yang bersih dan terjangkau ketika mereka sangat membutuhkannya,” kata Kelly.
Proyek yang dihentikan sebenarnya memiliki kapasitas besar. Carolina Long Bay dirancang menghasilkan lebih dari 1 gigawatt listrik untuk sekitar 300 ribu rumah.
Sementara proyek di New York dan New Jersey berpotensi menghasilkan hingga 3 gigawatt listrik bersih untuk hampir satu juta rumah.

3 hours ago
20














































