Trump Mundur di Detik Akhir? Dina Sulaeman: Iran Kini Pegang Kendali Negosiasi

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menilai dinamika terbaru antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Iran bukanlah gencatan senjata, melainkan jeda strategis dalam negosiasi yang masih sarat ketegangan.

Menurut Dina, keputusan Trump membatalkan serangan besar-besaran terhadap Iran hanya 90 menit sebelum tenggat menunjukkan adanya perubahan kalkulasi politik dan militer dari pihak AS. Ia menyebut fase sebelumnya sebagai “adu mental” antara kedua pihak.

“Trump berharap Iran yang melepas pistol, lalu angkat tangan. Tapi yang terjadi, mata Iran tidak berkedip sedikit pun, dan mulutnya terus mengeluarkan pernyataan tak akan pernah mundur, dan pasukannya terus membombardir aset AS di kawasan,” ujar Dina saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, sikap Iran yang konsisten dan resistensinya terhadap tekanan membuat posisi tawar berbalik. Jika sebelumnya AS mengajukan 15 poin tuntutan, kini Iran justru berada di posisi memaksakan 10 poin kehendaknya dalam meja perundingan.

Dina menilai, langkah Trump membuka ruang dialog bisa menjadi jalan keluar politis tanpa harus mengakui kekalahan secara terbuka. 

“Buat Trump, ini bisa dipakai untuk mengklaim kemenangan. Ia bisa menghentikan perang tanpa menyatakan kekalahan. Buat Iran, semua sekarang tahu, bahwa dengan keteguhan, kemandirian, kesabaran, perlawanan (resistensi), bahkan negara dengan kekuatan militer ranking satu sedunia pun bisa dihadapi,” jelasnya.

Meski demikian, Dina mengingatkan bahwa situasi ini belum bisa disebut aman. Ia menyoroti rekam jejak Israel yang kerap melanggar kesepakatan gencatan senjata, serta pengalaman sebelumnya ketika serangan tetap terjadi di tengah proses perundingan.

Karena itu, ia meyakini Iran akan tetap siaga penuh selama masa jeda ini. “Iran sudah menyatakan, 'Tangan kami tetap di pelatuk',” katamya.

Adapun 10 poin tuntutan Iran dalam perundingan tersebut antara lain mencakup penghentian agresi, pencabutan seluruh sanksi, pengakuan hak pengayaan uranium, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan dan penghentian konflik di berbagai front.

Dina menegaskan, belum ada kepastian apakah Trump akan memenuhi tuntutan tersebut atau kembali melanjutkan eskalasi militer. “Apakah Trump akan memenuhi 10 poin ini, atau lanjut perang? Belum bisa dipastikan saat ini,” katanya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|