Harianjogja.com, BANTUL—Peluang pengembangan jalur kereta api hingga ke wilayah Bantul kembali menguat setelah adanya inisiasi dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (Kraton Jogja), yang langsung mendapat respons positif dari pemerintah kabupaten.
Wacana ini dinilai dapat memperkuat layanan transportasi massal bagi masyarakat, meski realisasinya masih menunggu kajian mendalam terkait kelayakan dan kebutuhan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budirahardja menyebut pemerintah daerah menyambut baik rencana tersebut karena berpotensi meningkatkan akses mobilitas warga.
“Kalau memang ada moda transportasi massal yang semakin representatif, tentu kita akan senang,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurut Agus, kehadiran moda transportasi seperti kereta api dapat melengkapi layanan yang sudah ada, termasuk Trans Jogja yang selama ini dimanfaatkan masyarakat di Bantul.
Namun demikian, rencana pengembangan jalur kereta api tersebut tidak bisa langsung direalisasikan tanpa kajian komprehensif.
Pemkab Bantul menilai perlu analisis mendalam terkait kelayakan, potensi pemanfaatan oleh masyarakat, hingga dampaknya terhadap sistem transportasi yang sudah berjalan.
Selain itu, investasi pembangunan dan operasional kereta api membutuhkan anggaran yang sangat besar.
Karena itu, pemerintah daerah mengakui tidak memiliki kemampuan untuk membiayai proyek tersebut secara mandiri.
“Kalau ada inisiasi dari pusat dan DIY, ya kita menyambut dengan gembira,” kata Agus.
Pemkab Bantul menyatakan siap mendukung dan membantu berbagai kebutuhan apabila proyek pengembangan jalur kereta api mulai dijalankan.
Jejak Lama Rel Kereta di Bantul
Wacana ini bukan hal baru bagi Bantul, karena wilayah tersebut pernah memiliki jalur kereta api pada masa lalu.
Agus menyebut keberadaan stasiun lama dan bekas rel kereta masih bisa ditemukan sebelum adanya pelebaran jalan di wilayah Bantul.
Jalur tersebut merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang dahulu sempat melayani transportasi di wilayah ini.
Namun hingga kini, detail waktu operasional maupun penghentian layanan kereta tersebut belum diketahui secara pasti.
“Stasiun itu masih ada, bekas rel sebelum ada perbaikan dan pelebaran jalan di Jalan Bantul itu sebetulnya masih ada,” ujarnya.
Ke depan, pengembangan jalur kereta api diharapkan tidak hanya menjadi alternatif transportasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































