Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp akan melakukan perubahan besar pada kebijakan platformnya, setelah mendapat teknanan regulasi dari Uni Eropa (UE). Mulai tahun ini, pesaing teknologi kecerdasan buatan (AI) Meta Platform diizinkan untuk masuk ke WhatsApp.
Meta Platforms mengatakan langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi perintah sementara dari regulator anti-monopoli UE setelah menerima keluhan-keluhan dari kompetitor yang layanannya dimatikan dari aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Komisi Eropa pada bulan lalu mengancam akan mengambil langkah-langkah sementara untuk mencegah dampak serius bagi pesaing Meta, setelah perusahaan memblokir mereka dari WhatsApp. Langkah serupa meniru tindakan dari pengawas persaingan di Italia pada Desember 2025.
Meta terpaksa menyerah dan mengatakan ke Komisi Eropa bahwa pihaknya akan membiarkan chatbot AI pesaing mengakses WhatsApp, tetapi dengan fee. Sebelumnya, per 15 Januari 2026, hanya asisten Meta AI yang diizinkan beroperasi di WhatsApp.
"Selama 12 bulan ke depan, kami akan mendukung chatbot AI serbaguna menggunakan API WhatsApp Business di Eropa sebagai respons terhadap proses regulasi Komisi Eropa," kata juru bicara Meta, dikutip dari Reuters, Jumat (6/3/2026)/
"Kami yakin hal ini menghilangkan kebutuhan akan intervensi segera karena memberikan Komisi Eropa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penyelidikannya," ia menambahkan.
Komisi Eropa mengatakan pihaknya sedang menganalisa bagaimana perubahan kebijakan Meta yang memblokir chatbot AI pesaing berdampak ke para kompetitor. Hal ini merupakan bagian dari pengambilan langkah sementara dan investigasi anti-monopoli yang lebih luas.
Meta sebelumnya menyatakan bahwa meningkatnya penggunaan chatbot di platformnya membebani sistem mereka dan bahwa ada saluran lain untuk penyedia AI, termasuk toko aplikasi, mesin pencari, layanan email, integrasi kemitraan, dan sistem operasi.
Pada Januari lalu, Meta juga mengizinkan chatbot AI pesaing berada di ekosistem WhatsApp di Italia, setelah mendapat perintah langsung dari otoritas anti-monopoli Italia. Kendati demikian, investiasi masih terus berlangsung.
The Interaction Company of California, pengembang asisten AI Poke.com dan penggugat ke regulator Uni Eropa dan Italia, mendesak Brussel untuk memberlakukan perintah sementara terhadap Meta.
"Apa yang Meta sajikan sebagai kepatuhan dengan itikad baik sebenarnya adalah kebalikannya. Perusahaan tersebut sekarang memperkenalkan penetapan harga yang menyulitkan bagi penyedia AI yang membuatnya sama mustahilnya untuk beroperasi di WhatsApp seperti halnya larangan total," kata CEO-nya, Marvin von Hagen.
"Oleh karena itu, apa yang disebut 'solusi' Italia bukanlah solusi sama sekali. Itu hanya mengganti satu pembatasan anti-persaingan dengan yang lain," katanya.
Meta mengatakan perubahan kebijakannya juga akan berlaku di Brasil setelah pengadilan mengembalikan perintah dari otoritas antimonopoli negara tersebut yang telah ditangguhkan oleh pengadilan lain pada Januari 2026. Kasus Brasil serupa dengan kasus Uni Eropa dan Italia.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































