Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan di San Fransisco, Rabu (15/11) waktu setempat. (Reuters - Kevin Lamarque)\\r\\n
Harianjogja.com, JOGJA—Xi Jinping mencopot sembilan pejabat militer dari Kongres Rakyat Nasional (NPC), memicu spekulasi mengenai gelombang pembersihan baru di tubuh militer China.
Mengutip laporan South China Morning Post, keputusan tersebut membuat jumlah perwakilan militer dari People's Liberation Army (PLA) dan Kepolisian Bersenjata Rakyat di NPC menyusut menjadi 243 orang. Dari sembilan nama yang diberhentikan, lima di antaranya berpangkat jenderal penuh (bintang empat), satu letnan jenderal, serta tiga mayor jenderal.
Daftar Jenderal yang Dicopot
Otoritas China tidak membeberkan alasan resmi pencopotan tersebut. Namun, para perwira yang kehilangan kursi di NPC dikenal sebagai figur penting di sektor pertahanan.
Mereka antara lain:
- Li Wei, Komisaris Politik Pasukan Dukungan Informasi
- Li Qiaoming, Komandan Pasukan Darat
- Shen Jinlong, mantan Komandan Angkatan Laut
- Qin Shengxiang, mantan Komisaris Politik Angkatan Laut
- Yu Zhongfu, mantan Komisaris Politik Angkatan Udara
Selain itu, Letnan Jenderal Wang Donghai dari Departemen Mobilisasi Pertahanan Nasional serta tiga mayor jenderal—Bian Ruifeng, Ding Laifu, dan Yang Guang—turut diberhentikan.
Pada hari yang sama, Komite Tetap NPC juga mengumumkan pencopotan Wang Xiangxi dari jabatan Menteri Manajemen Darurat.
Gelombang Pembersihan Militer
Langkah ini dinilai berkaitan erat dengan kampanye anti-korupsi dan penegakan disiplin yang digencarkan Presiden Xi Jinping dalam beberapa tahun terakhir.
Data lembaga kajian China Power menunjukkan bahwa sekitar 87 persen dari 47 jenderal yang diangkat sejak 2022 telah dicopot atau diperiksa. Secara keseluruhan, sekitar 52 persen posisi senior di tubuh PLA telah terseret investigasi dalam periode tersebut.
Sejumlah laporan juga menyebut dua jenderal papan atas, Zhang Youxia dan Liu Zhenli, tengah menghadapi penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum serius.
Situasi ini menambah ketegangan politik di Beijing seusai perombakan internal militer terus meluas. Sidang tahunan NPC pekan depan diperkirakan menjadi momentum penting bagi Xi Jinping untuk memperkuat konsolidasi kekuasaan dan menentukan arah kebijakan negara di tengah restrukturisasi besar-besaran birokrasi pertahanan China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































