Ada Dua Golongan Ulama Kelak di Hadapan Allah SWT, Justru Ada yang Celaka dan Merugi?

1 hour ago 3

Ilustrasi ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang kedudukan ulama di sisi Allah SWT pada Hari Kiamat.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW membagi kaum berilmu ke dalam dua golongan dengan nasib yang sangat kontras: ulama yang memuliakan ilmunya dengan mengamalkan dan menyebarkannya, serta ulama yang menahan ilmu dan menukarnya demi kepentingan duniawi.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menuliskan hadits Nabi Muhammad SAW tentang dua golongan ulama itu.

وروى الضحاك عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ علماء هذه الأمة رجلان رجل آتاه الله علماً فبذله للناس ولم يأخذ عليه طمعاً ولم يشتر به ثمناً فذلك يصلي عليه طير السماء وحيتان الماء ودواب الأرض والكرام الكاتبون يقدم على الله عز وجل يوم القيامة سيداً شريفاً حتى يوافق المرسلين

ورجل آتاه الله علماً في الدنيا فضن به على عباد الله وأخذ عليه طمعاً واشترى به ثمناً فذلك يأتي يوم القيامة ملجماً بلجام من نار ينادي مناد على رؤوس الخلائق هذا فلان بن فلان آتاه الله علماً في الدنيا فضن به على عباده وأخذ به طمعاً واشترى به ثمناً فيعذب حتى يفرغ من حساب الناس

Diriwayatkan dari al-Dhahhak, dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ada dua golongan ulama dari umatku ini. Golongan yang pertama merupakan ulama yang diberi ilmu oleh Allah SWT yang kemudian dengan ilmu itu mereka sebarkan kepada orang lain, dan mereka tidak mengharapkan apapun dari dunia, tidak juga menjualnya dengan harga yang sedikit.

Ulama seperti ini akan didoakan oleh burung-burung di angkasa, ikan-ikan di lautan, semua binatang di permukaan bumi, dan para malaikat pun mendoakan keberkahan bagi mereka. Mereka (ulama) akan datang menghadap Allah SWT pada Hari Berbangkit (Kiamat) nanti sebagai orang yang mulia, dan mereka akan menjadi sahabat para Rasul.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|