Al-Hikam: Nasihat Hikmah Ibarat Makanan Bagi Jiwa

1 month ago 19

Bunga tabebuya bermekaran di Jalan Sudirman, Jakarta, Ahad (29/9/2024). Bunga dari pohon tabebuya yang mirip dengan bunga sakura itu mulai bermekaran di kawasan Cikini dan Sudirman sehingga menambah suasana kawasan tersebut lebih cantik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa nasihat yang mengandung hikmah adalah makanan bagi para pendengarnya. Namun, hanya makanan yang dimakan yang bermanfaat bagi tubuh.

Artinya, hanya nasihat yang diamalkan yang akan memberikan manfaat. Jika sekadar didengarkan tanpa dikerjakan, nasihat tersebut tidak akan membuahkan manfaat.

“Nasihat adalah makanan bagi para pendengar. Kamu hanya akan mendapatkan sesuatu yang kamu makan.” (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, Al-Hikam)

Penyusun dan penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan Penerbit Noktah pada 2017, menjelaskan maksud perkataan Syekh Ibnu Athaillah tentang nasihat sebagai makanan.

Nasihat dan petuah mengenai persoalan hakikat diibaratkan sebagai makanan bagi para pendengarnya. Terutama bagi orang-orang yang belum mampu mengenal hakikat sesuatu karena keimanannya masih lemah dan cahaya Ilahi yang dimilikinya belum begitu terang.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|