REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Surat kabar Wall Street Journal pada Selasa (11/2/2026) menegaskan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membahas penyitaan kapal tanker minyak Iran guna memaksa Teheran mencapai kesepakatan, tetapi khawatir akan reaksi dan dampaknya terhadap pasar minyak dunia.
Surat kabar tersebut mengutip pernyataan pejabat AS yang mengatakan penyitaan kapal tanker minyak adalah salah satu opsi Gedung Putih untuk memaksa Teheran mencapai kesepakatan dalam negosiasi yang putaran pertamanya digelar pada Jumat lalu di Muscat.
Surat kabar tersebut menegaskan bahwa pemerintahan Trump menahan diri untuk tidak menyita kapal tanker minyak Iran untuk saat ini.
Iran kemungkinan akan menanggapi pilihan AS untuk menyita kapal tanker minyaknya dengan menyita kapal tanker minyak yang mengangkut minyak dari sekutu AS di kawasan itu, atau bahkan dengan menanam ranjau di Selat Hormuz, yang dilalui oleh 25 persen pasokan minyak dunia, menurut surat kabar AS itu.
Surat kabar tersebut menekankan bahwa kedua opsi tersebut, yaitu penahanan kapal tanker minyak Iran atau Amerika Serikat, akan menyebabkan kenaikan tajam harga minyak, yang dapat menimbulkan badai politik bagi Gedung Putih.
Sanksi Amerika
Surat kabar tersebut menyebutkan, Amerika Serikat telah menahan beberapa kapal yang mengangkut minyak Iran sebagai bagian dari blokade yang diberlakukan sejak dua bulan lalu terhadap kapal-kapal tanker yang terkena sanksi dan melayani Venezuela.
sumber : Antara

4 weeks ago
4

















































