AS Siapkan Kekuatan Nuklir di Pesawat Pengebom Strategis B-52

4 weeks ago 20

Pesawat bomber B-52 Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (AFGSC) siap mengembalikan kemampuan nuklir pada seluruh pesawat pengebom strategis B-52 AS jika diperintahkan. Pernyataan itu ditegaskan  menyusul berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START).

Pernyataan tersebut dilaporkan oleh The War Zone (TWZ) pada Kamis (11/2), seiring berakhirnya Perjanjian New START antara Rusia dan AS berakhir pada 5 Februari lalu.

Pada tanggal sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington seharusnya menugaskan para ahli nuklirnya untuk menyusun perjanjian baru yang lebih baik dan modern yang dapat berlaku dalam jangka panjang.

Ia menggambarkan New START sebagai kesepakatan yang dinegosiasikan dengan buruk oleh AS. Saat ini, sebanyak 30 dari 76 pengebom strategis hanya mampu membawa amunisi konvensional, yang membantu AS memenuhi kewajibannya di bawah New START.

Saat iini, Angkatan Udara AS bersedia untuk mengubah seluruh armada B-52 sebagai platform serangan jarak jauh berkategori ganda jika diperintahkan presiden, serta memuat lebih banyak jumlah hulu ledak pada rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III, yang berjumlah 400 unit.

Namun, tidak jelas berapa banyak waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan hulu ledak baru tersebut.

Selain itu, tidak jelas pula apakah tersedia cukup hulu ledak yang sesuai, serta berapa banyak yang dapat dipasang pada Minuteman III. TWZ juga melaporkan bahwa pemerintah AS belum mengajukan rencana spesifik untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya atau mengubah struktur kekuatan nuklirnya.

sumber : Sputnik/Ria Novosti/Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|