
Astra Financial memperkuat literasi keuangan UMKM DIY agar lebih tertib mengelola arus kas dan siap mengakses pembiayaan resmi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Astra Financial mendorong pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat kecakapan finansial sebagai bekal untuk mengembangkan usaha dan naik kelas. Edukasi tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dalam gelaran SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja.
Wakil Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra Agus Prayitno mengatakan dukungan terhadap UMKM menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Astra Financial dalam mendorong inklusi dan literasi keuangan yang digaungkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kehadiran kami dalam mendukung SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 tidak hanya mengajak masyarakat menjalani hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui Gerakan Cakap Keuangan," ujar Agus Prayitno saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Sabtu (12/9/2026).
Edukasi keuangan tersebut dikemas melalui Pendopo Gerakan Cakap Keuangan yang didirikan Astra Financial di lokasi acara. Ruang edukasi ini dapat dimanfaatkan 5.000 peserta lari maupun masyarakat umum untuk mengenal pengelolaan keuangan secara langsung.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi berbagai program dan layanan inklusi terintegrasi dari unit bisnis Astra, seperti FIFGROUP, ACC, Asuransi Astra, hingga Bank Saqu.
Literasi Pembiayaan Jadi Bekal UMKM
Dukungan Astra Financial mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi DIY yang saat ini membina ratusan ribu pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DI Yogyakarta Agus Mulyono menilai keterlibatan Astra Financial memberikan nilai tambah dalam memperkuat kapasitas bisnis UMKM binaan.
"Literasi pembiayaan keuangan bagi UMKM itu sangat penting, dan itu harus selalu digaungkan, disosialisasikan, dikampanyekan, agar pelaku UMKM bisa berhati-hati dari yang paling sederhana seperti pencatatan masalah keuangan," jelas Agus Mulyono.
Menurut Agus Mulyono, pembinaan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pameran maupun promosi produk. Pelaku usaha juga perlu memahami manajemen arus kas dan melakukan pencatatan keuangan secara tertib.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemisahan keuangan pribadi dengan uang usaha. Pembukuan yang jelas diperlukan agar pelaku UMKM dapat mengukur kondisi kas sekaligus memanfaatkan akses suntikan modal dari lembaga pembiayaan resmi secara efektif.
347.000 UMKM Masuk Basis Pembinaan
Pemprov DIY mengintegrasikan basis data pembinaan UMKM melalui aplikasi SiBakul. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 347.000 UMKM binaan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis para pelaku usaha tersebut, Dinas Koperasi dan UKM DIY memfokuskan pendampingan pada enam aspek.
Keenam aspek tersebut mencakup produksi, sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, pembiayaan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Kehadiran pihak swasta seperti Astra Financial diharapkan dapat memperkuat aspek pembiayaan sekaligus meningkatkan kecakapan finansial pelaku UMKM lokal secara berkelanjutan.
Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu menjaga arus kas bisnis, tetapi juga memiliki kesiapan lebih baik dalam mengembangkan usahanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































